2013, CNKO akan terbitkan obligasi USD1 M
Kamis, 06 Desember 2012 - 18:39 WIB
2013, CNKO akan terbitkan obligasi USD1 M
A
A
A
Sindonews.com - PT Exploitasi Energi Indonesia Tbk (CNKO) menyatakan, akan menerbitakan surat utang (obligasi) sebesar USD500 juta-1 miliar pada pertengahan tahun 2013.
Direktur Utama CNKO Henry H Sitanggang mengatakan, pada awal tahun nanti, emiten yang bergerak di sektor pertambangan batu bara ini akan melakukan pembicaraan dengan pihak konsultan terkait rencana penerbitan obligasi tersebut.
Sementara, dana hasil penerbitan obligasi, kata dia, akan dimanfaatkan untuk penyediaan infrastruktur berupa pembangkit listrik senilai USD1,2 miliar.
"Dana hasil penerbitan obligasi ini akan digunakan untuk pembangunan pembangkit listrik 2x300 megawatt sebesar USD1,2 miliar, yang dilakukan secara konsorsium," ujar Henry di Gedung World Trade Center, Jakarta, Kamis (6/12/2012).
Dia menambahkan, sebagai jaminan untuk penerbitan obligasi tersebut, proyek yang direncanakan tersebut akan dijadikan sebagai jaminan oleh perseroan. Rencananya, pembangkit tersebut akan mulai dibangun pada 2015.
"Pembangunan akan dimulai di 2015 karena butuh waktu sekitar 1-2 tahun untuk membicarakan proyek power plant," tandasnya.
Sementara pada tahun depan, perseroan mengalokasi belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp2,3 triliun pada tahun 2013. Sebagian besar dana belanja modal tersebut akan dimanfaatkan untuk pengembangan infrastruktur dan logistik.
"Belanja modal kami anggarkan Rp2,3 triliun yang digunakan untuk pembangunan infrastruktur berupa pengembangan coal terminal," terang dia.
Lebih lanjut Henry menerangkan, sedianya dana tersebut akan diperoleh dari dana perolehan penerbitan saham baru tanpa memesan efek terlebih dahulu (rights issue). Sementara sisanya dari pinjaman perbankan.
Direktur Utama CNKO Henry H Sitanggang mengatakan, pada awal tahun nanti, emiten yang bergerak di sektor pertambangan batu bara ini akan melakukan pembicaraan dengan pihak konsultan terkait rencana penerbitan obligasi tersebut.
Sementara, dana hasil penerbitan obligasi, kata dia, akan dimanfaatkan untuk penyediaan infrastruktur berupa pembangkit listrik senilai USD1,2 miliar.
"Dana hasil penerbitan obligasi ini akan digunakan untuk pembangunan pembangkit listrik 2x300 megawatt sebesar USD1,2 miliar, yang dilakukan secara konsorsium," ujar Henry di Gedung World Trade Center, Jakarta, Kamis (6/12/2012).
Dia menambahkan, sebagai jaminan untuk penerbitan obligasi tersebut, proyek yang direncanakan tersebut akan dijadikan sebagai jaminan oleh perseroan. Rencananya, pembangkit tersebut akan mulai dibangun pada 2015.
"Pembangunan akan dimulai di 2015 karena butuh waktu sekitar 1-2 tahun untuk membicarakan proyek power plant," tandasnya.
Sementara pada tahun depan, perseroan mengalokasi belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp2,3 triliun pada tahun 2013. Sebagian besar dana belanja modal tersebut akan dimanfaatkan untuk pengembangan infrastruktur dan logistik.
"Belanja modal kami anggarkan Rp2,3 triliun yang digunakan untuk pembangunan infrastruktur berupa pengembangan coal terminal," terang dia.
Lebih lanjut Henry menerangkan, sedianya dana tersebut akan diperoleh dari dana perolehan penerbitan saham baru tanpa memesan efek terlebih dahulu (rights issue). Sementara sisanya dari pinjaman perbankan.
(rna)
Lihat Juga :