IHSG akan banyak terpengaruh sentimen global
Jum'at, 07 Desember 2012 - 08:47 WIB
IHSG akan banyak terpengaruh sentimen global
A
A
A
Sindonews.com - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai bergerak naik terbatas dari area oversold. Kenaikan kali ini memang tidak memberikan false signal seperti pada saat terbentuknya bullish harami sebelumnya. Diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.262-4.285 dan resistance 4.306-4.315.
"Kenaikannya kali ini memang tidak memberikan false signal namun dengan terbentuknya spinning kembali membuka peluang reversal turun. Akan tetapi, selama sentimen positif mulai banyak beredar diharapkan peluang pelemahan tersebut akan tertahan sehingga masih ada peluang untuk terciptanya Santa reli yang masih tertutup sebelumnya," kata Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, di Jakarta, Jumat (7/12/2012).
Sementara itu menurut Reza, bursa saham Eropa bergerak positif masih dipicu ekspektasi para pembuat kebijakan Amerika Serikat (AS) akan segera menyelesaikan masalah jurang fiskalnya. Selain itu, pelaku pasar juga menantikan pidato Presiden ECB Mario Draghi, yang akan mengungkap perkiraan ekonomi.
"Para ekonom memproyeksikan ECB akan mempertahankan suku bunga tidak berubah pada rekor rendah dari 0,75 persen. Sementara bursa saham AS seharusnya dapat bertahan di teritori positif dengan adanya ekspektasi penyelesaian jurang fiskal tersebut," jelasnya.
Sementara bursa saham Asia melanjutkan positif setelah data-data ekonomi AS sebelumnya naik di atas estimasi. Di sisi lain, berita dari Australia cukup memberikan sentimen positif dengan penurunan tingkat pengangguran dan pernyataan Presiden Obama, akan tercapainya kesepakatan fiscall cliff meskipun melalui diskusi panjang. Di lain tempat, bursa saham China melemah dipicu memerahnya saham-saham konsumer dan perkiraan pertumbuhan China yang kurang signifikan ekspansif.
Sebelumnya, positifnya bursa saham Eropa yang diikuti dengan berbaliknya pergerakan bursa saham AS yang turut positif memberikan angin segar bagi pergerakan bursa saham Asia, termasuk IHSG. Pergerakan IHSG pun sempat terbantu dengan transaksi asing yang mulai nett buy.
Pelaku pasar pun memanfaatkan momen tersebut untuk stock picking terhadap saham-saham yang telah turun sebelumnya. Akan tetapi, karena asing berbalik menjadi nett sell dan bursa saham China ditutup merah, penguatan IHSG pun sedikit tertahan.
Di sisi lain, positifnya pembukaan bursa saham Eropa mampu mengimbangi pelemahan bursa saham China sehingga IHSG pun masih dapat bertahan di area hijau. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4.306,11 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4.282,54 (level terendahnya) jelang akhir sesi 2 dan akhirnya berhasil bertengger di level 4.292,61.
"Volume perdagangan tercatat turun dan nilai total transaksi tercatat naik. Investor asing mencatatkan nett sell dengan kenaikan nilai transaksi beli dan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy," ujar Reza.
"Kenaikannya kali ini memang tidak memberikan false signal namun dengan terbentuknya spinning kembali membuka peluang reversal turun. Akan tetapi, selama sentimen positif mulai banyak beredar diharapkan peluang pelemahan tersebut akan tertahan sehingga masih ada peluang untuk terciptanya Santa reli yang masih tertutup sebelumnya," kata Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, di Jakarta, Jumat (7/12/2012).
Sementara itu menurut Reza, bursa saham Eropa bergerak positif masih dipicu ekspektasi para pembuat kebijakan Amerika Serikat (AS) akan segera menyelesaikan masalah jurang fiskalnya. Selain itu, pelaku pasar juga menantikan pidato Presiden ECB Mario Draghi, yang akan mengungkap perkiraan ekonomi.
"Para ekonom memproyeksikan ECB akan mempertahankan suku bunga tidak berubah pada rekor rendah dari 0,75 persen. Sementara bursa saham AS seharusnya dapat bertahan di teritori positif dengan adanya ekspektasi penyelesaian jurang fiskal tersebut," jelasnya.
Sementara bursa saham Asia melanjutkan positif setelah data-data ekonomi AS sebelumnya naik di atas estimasi. Di sisi lain, berita dari Australia cukup memberikan sentimen positif dengan penurunan tingkat pengangguran dan pernyataan Presiden Obama, akan tercapainya kesepakatan fiscall cliff meskipun melalui diskusi panjang. Di lain tempat, bursa saham China melemah dipicu memerahnya saham-saham konsumer dan perkiraan pertumbuhan China yang kurang signifikan ekspansif.
Sebelumnya, positifnya bursa saham Eropa yang diikuti dengan berbaliknya pergerakan bursa saham AS yang turut positif memberikan angin segar bagi pergerakan bursa saham Asia, termasuk IHSG. Pergerakan IHSG pun sempat terbantu dengan transaksi asing yang mulai nett buy.
Pelaku pasar pun memanfaatkan momen tersebut untuk stock picking terhadap saham-saham yang telah turun sebelumnya. Akan tetapi, karena asing berbalik menjadi nett sell dan bursa saham China ditutup merah, penguatan IHSG pun sedikit tertahan.
Di sisi lain, positifnya pembukaan bursa saham Eropa mampu mengimbangi pelemahan bursa saham China sehingga IHSG pun masih dapat bertahan di area hijau. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4.306,11 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4.282,54 (level terendahnya) jelang akhir sesi 2 dan akhirnya berhasil bertengger di level 4.292,61.
"Volume perdagangan tercatat turun dan nilai total transaksi tercatat naik. Investor asing mencatatkan nett sell dengan kenaikan nilai transaksi beli dan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy," ujar Reza.
(gpr)
Lihat Juga :