BPR Bank Pasar Kulonprogo cetak laba Rp5,5 M
Jum'at, 07 Desember 2012 - 18:09 WIB
BPR Bank Pasar Kulonprogo cetak laba Rp5,5 M
A
A
A
Sindonews.com – Perusahaan Daerah (PD) BPR Bank Pasar Kulonprogo berhasil mencetak laba hingga Rp5,5 milliar, diatas target Rp5,4 milliar. Atas capaian ini, akan ada setoran pendapatan Asli daerah (PAD) ke pemerintah kabupaten (pemkab) Kulonprogo sekitar Rp2,1 miliar dari target Rp2 milliar.
“Sangat mungkin capaian ini akan bertambah hingga akhir tahun nanti,” jelas Dirut PD BPR Bank Pasar Kulonprogo Fahmi Akbar Idries pada puncak peringatan 31 tahun Bank Pasar,
Menurut Fahmi, saat ini jumlah nasabah Bank Pasar telah mencapai 42 ribu nasabah. Aset perusahaan sendiri diatas Rp200 milliar, dan diperkirakan sampai akhir tahun bisa mencapai Rp210 milliar. Untuk kucuran kredit yang disalurkan tercatat mencapai Rp183 miliar.
Jumlah ini masih akan terus bertambah seiring banyaknya pencairan yang dilakukan masyarakat. Diperkirakan pada akhir tahun mencapai Rp185 miliar. Sedangkan dana pihak ketiga (DPK) mencapai 100 miliar, yang terdiri dari tabungan Rp74 milliar dan deposito Rp26 milliar.
“Bank Pasar Kulonprogo membuktikan bahwa BPR mampu menghimpun tabungan jauh diatas deposito yang selalu menjadi andalan BPR,” jelasnya.
Keberhasilan ini tidak lepas dari inovasi yang terus dilakukan managemen. Termasuk pada tahun ini dengan gerakan siswa menabung (GSM) kepada seluruh siswa kelas 1 SD. Setiap anak yang duduk di bangku SD langsung diberikan buku tabungan dengan nominal senilai Rp5.000. Setidaknya mampu menjaring nasabah baru 9.400 nasabah dengan kucuran dana mencapai Rp50 juta.
Selain itu, juga kucuran kredit pegawai dengan suku bunga rendah. Kredit ini mampu bersaing dengan kredit dari perbankan lain, dan jauh lebih murah. Produk lain yang menjadi andalan adalah kredit kelayakan bagi rekanan asli kulonprogo untuk melaksanakan pembangunan dengan dana APBD. Hanya menggunakan surat perjanjian kerja, Bank pasar bisa memberikan kredit hingga 50 persen dari total anggaran.
Ini banyak diminati oleh pengusaha konstruksi untuk melaksanakan kegiatan pembangunan daerah. ”NPL kita cukup rendah hanya 2,4 persen,” timpal Direktur Bank Pasar Rita Purwanti EW.
Bank pasar juga terus melakukan pendampingan kepada para kelompok UMKM yang ada di Kulonprogo. Termasuk fasilitasi dalam pengadaan surat perusahaan industri rumah tangga (P-IRT). Guna mendukung program pemerintah, juga menjadikan desa Sidoharjo, Samigaluh sebagai desa binaan pengentasan kemiskinan.
“Sangat mungkin capaian ini akan bertambah hingga akhir tahun nanti,” jelas Dirut PD BPR Bank Pasar Kulonprogo Fahmi Akbar Idries pada puncak peringatan 31 tahun Bank Pasar,
Menurut Fahmi, saat ini jumlah nasabah Bank Pasar telah mencapai 42 ribu nasabah. Aset perusahaan sendiri diatas Rp200 milliar, dan diperkirakan sampai akhir tahun bisa mencapai Rp210 milliar. Untuk kucuran kredit yang disalurkan tercatat mencapai Rp183 miliar.
Jumlah ini masih akan terus bertambah seiring banyaknya pencairan yang dilakukan masyarakat. Diperkirakan pada akhir tahun mencapai Rp185 miliar. Sedangkan dana pihak ketiga (DPK) mencapai 100 miliar, yang terdiri dari tabungan Rp74 milliar dan deposito Rp26 milliar.
“Bank Pasar Kulonprogo membuktikan bahwa BPR mampu menghimpun tabungan jauh diatas deposito yang selalu menjadi andalan BPR,” jelasnya.
Keberhasilan ini tidak lepas dari inovasi yang terus dilakukan managemen. Termasuk pada tahun ini dengan gerakan siswa menabung (GSM) kepada seluruh siswa kelas 1 SD. Setiap anak yang duduk di bangku SD langsung diberikan buku tabungan dengan nominal senilai Rp5.000. Setidaknya mampu menjaring nasabah baru 9.400 nasabah dengan kucuran dana mencapai Rp50 juta.
Selain itu, juga kucuran kredit pegawai dengan suku bunga rendah. Kredit ini mampu bersaing dengan kredit dari perbankan lain, dan jauh lebih murah. Produk lain yang menjadi andalan adalah kredit kelayakan bagi rekanan asli kulonprogo untuk melaksanakan pembangunan dengan dana APBD. Hanya menggunakan surat perjanjian kerja, Bank pasar bisa memberikan kredit hingga 50 persen dari total anggaran.
Ini banyak diminati oleh pengusaha konstruksi untuk melaksanakan kegiatan pembangunan daerah. ”NPL kita cukup rendah hanya 2,4 persen,” timpal Direktur Bank Pasar Rita Purwanti EW.
Bank pasar juga terus melakukan pendampingan kepada para kelompok UMKM yang ada di Kulonprogo. Termasuk fasilitasi dalam pengadaan surat perusahaan industri rumah tangga (P-IRT). Guna mendukung program pemerintah, juga menjadikan desa Sidoharjo, Samigaluh sebagai desa binaan pengentasan kemiskinan.
(rna)
Lihat Juga :