PLN mulai operasikan PLTU Pelabuhan Ratu
Minggu, 09 Desember 2012 - 17:03 WIB
PLN mulai operasikan PLTU Pelabuhan Ratu
A
A
A
Sindonews.com - PT PLN mulai mengoperasikan PLTU Pelabuhan Ratu berkapasitas 1.050 mega watt untuk menambah suplai listrik di kawasan Jawa dan Bali.
Direktur Operasi PLN Jawa dan Bali I.G.A Ngurah Adnyana mengatakan, dalam waktu dekat PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) segera mengoperasikan PLTU Pelabuhan Ratu di Sukabumi. Pada tahap awal, PLN akan mengoperasikan satu unit PLTU berkekuatan 350 megawatt dari tiga unit PLTU yang direncanakan.
"Masing-masing unit berkapasitas 350 megawatt. Awal bulan ini, kita sudah mulai menyambungkan satu unit," jelas I.G.A Ngurah Adnyana di sela-sela acara PLN Bersih di PLN Kota Bandung, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, akhir pekan lalu.
Menurut dia, pembangunan dua unit lainnya akan dilakukan bertahap. Mulai beroperasinya satu unit PLTU Pelabuhan Ratu setelah proses pembangunan sekitar tiga sampai empat tahun lalu. Nilai investasi untuk pembangunan PLTU itu lebih dari Rp10 triliun
Pembangunan PLTU Pelabuhan Ratu merupakan salah satu upaya setrategis PLN menambah pasokan daya listrik di wilayah Jawa dan Bali sampai tahun 2020. "Ini salah satu bagian rencana setrategis kami," jelas dia.
Lebih lanjut I.G.A Ngurah Adnyana mengatakan, bertambahnya pasokan listrik di wilayah Jawa Bali diharapkan mampu menyeimbangkan pertumbuhan pelanggan PLN yang terus meningkat. BUMN-nya mencatat pertumbuhan penggunaan listrik mencapai 9,15% di tahun 2012. Peningkatan terbesar ada di wilayah Jawa bagian Barat.
Secara kapasitas, PLN mencatat konsumsi listrik yaitu mencapai 21300 megawatt. Naik sekitar 1500 megawatt dibandingkan tahun lalu. Saat ini pelanggan PLN mencapai 32 juta pelanggan, naik 2,5 juta per tahun. "Kalau Pelabuhan Ratu mulai beroperasi, nanti akan sangat mendukung pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut Jawa Bali," imbuh dia.
Sementara itu, ketika disinggung kampanye PLN Bersih, dia mengatakan, program tersebut merupakan upaya PLN menghilangkan praktek suap atau gratifikasi pelanggan kepada pekerja PLN. "Ini adalah upaya kami agar tidak ada suap, gratifikasi, dan lainnya ketika melayani masyarakt," pungkas dia.
Direktur Operasi PLN Jawa dan Bali I.G.A Ngurah Adnyana mengatakan, dalam waktu dekat PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) segera mengoperasikan PLTU Pelabuhan Ratu di Sukabumi. Pada tahap awal, PLN akan mengoperasikan satu unit PLTU berkekuatan 350 megawatt dari tiga unit PLTU yang direncanakan.
"Masing-masing unit berkapasitas 350 megawatt. Awal bulan ini, kita sudah mulai menyambungkan satu unit," jelas I.G.A Ngurah Adnyana di sela-sela acara PLN Bersih di PLN Kota Bandung, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, akhir pekan lalu.
Menurut dia, pembangunan dua unit lainnya akan dilakukan bertahap. Mulai beroperasinya satu unit PLTU Pelabuhan Ratu setelah proses pembangunan sekitar tiga sampai empat tahun lalu. Nilai investasi untuk pembangunan PLTU itu lebih dari Rp10 triliun
Pembangunan PLTU Pelabuhan Ratu merupakan salah satu upaya setrategis PLN menambah pasokan daya listrik di wilayah Jawa dan Bali sampai tahun 2020. "Ini salah satu bagian rencana setrategis kami," jelas dia.
Lebih lanjut I.G.A Ngurah Adnyana mengatakan, bertambahnya pasokan listrik di wilayah Jawa Bali diharapkan mampu menyeimbangkan pertumbuhan pelanggan PLN yang terus meningkat. BUMN-nya mencatat pertumbuhan penggunaan listrik mencapai 9,15% di tahun 2012. Peningkatan terbesar ada di wilayah Jawa bagian Barat.
Secara kapasitas, PLN mencatat konsumsi listrik yaitu mencapai 21300 megawatt. Naik sekitar 1500 megawatt dibandingkan tahun lalu. Saat ini pelanggan PLN mencapai 32 juta pelanggan, naik 2,5 juta per tahun. "Kalau Pelabuhan Ratu mulai beroperasi, nanti akan sangat mendukung pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut Jawa Bali," imbuh dia.
Sementara itu, ketika disinggung kampanye PLN Bersih, dia mengatakan, program tersebut merupakan upaya PLN menghilangkan praktek suap atau gratifikasi pelanggan kepada pekerja PLN. "Ini adalah upaya kami agar tidak ada suap, gratifikasi, dan lainnya ketika melayani masyarakt," pungkas dia.
(gpr)
Lihat Juga :