IHSG masih dibayangi sentimen negatif

Senin, 10 Desember 2012 - 08:17 WIB
IHSG masih dibayangi...
IHSG masih dibayangi sentimen negatif
A A A
Sindonews.com - Sentimen negatif diperkirakan masih akan membayangi gerak indeks harga saham gabungan (IHSG) untuk mengembalikan posisinya ke zona hijau.

"Awan mendung menghiasi kondisi IHSG di tengah variatifnya bursa saham Asia di akhir pekan," kata Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada, Senin (10/11/2012).

Mengawali perdagangan minggu kedua di bulan Desember, IHSG diproyeksi berpeluang upreversal. IHSG diprediksi akan berada pada posisi support 4.252-4.278 dan resistance 4.303-4.315.

Berpola hammer dan kembali mendekati lower bollinger bands. MACD masih bergerak turun
dengan histogram negatif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic mendatar di atas area oversold.

Bila sebelumnya, terbentuk spinning membuat IHSG mengalami pelemahan dan kali ini dengan
terbentuknya hammer di bawah seharusnya dapat membuka peluang upreversal. Akan tetapi, kondisi tersebut dengan asumsi terbantukan dengan sentimen yang ada di pasar.

Seperti ulasan sebelumnya, kata Reza, posisi candle terakhir yang terbentuk membuka peluang pelemahan dan terjadi pada perdagangan di akhir pekan kemarin.

"Apalagi asing justru meningkatkan nett sell-nya dan mengurangi nilai transaksinya sehingga pelaku pasar domestik pun sempat terbawa suasana aksi jual," tegas Reza.

Lebih lanjut dia menerangkan, profit taking yang terjadi dan dibarengi juga dengan memerahnya indeks HSI dan pembukaan pasar saham Eropa membuat IHSG terjerembab ke jurang merah.

Sepanjang perdagangan akhir pekan kemarin, IHSG menyentuh level 4.297,53 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4.270,10 (level terendahnya) jelang akhir sesi 2 dan akhirnya berhasil bertengger di level 4.290,80.

Volume perdagangan dan nilai total transaksi tercatat turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.

Pergerakan nilai tukar rupiah masih melemah seiring berita negatif dari penurunan outlook ekonomi Eropa untuk tahun ini dan tahun depan oleh ECB. Zona Euro diprediksi hanya tumbuh pada kisaran -0,6 persen hingga -0,4 persen untuk 2012 dan kisaran -0,9 persen hingga 0,3 persen untuk 2013.

Apalagi sebelumnya, ECB juga mempertahankan suku bunga di level 0,75 persen yang mengindikasikan masih lemahnya ekonomi dan membutuhkan bantuan. Setelah Inggris, Jerman pun ikut memangkas proyeksi ekonominya.

Penurunan outlook ekonomi Inggris mengakibatkan Fitch Rating memperingatkan potensi kehilangan peringkat AAA. Positifnya klaim pengangguran AS memicu apresiasi USD sehingga melemahkan Euro, termasuk Rupiah.

Bursa saham Asia masih positif meski terbatas setelah merespon data-data ekonomi AS sebelumnya yang lebih baik dari sebelumnya. Selain itu, data-data dari Asia pun juga relatif positif dengan kenaikan Indeks konstruksi Australia dan leading index Jepang.

Rencana Pemerintah China untuk kebijakan lebih proaktif fiskal dan kehati-hatian moneter seiring merestrukturisasi ekonomi dan masalah urbanisasi turut direspon positif.

"Meski positif, kondisi tersebut sempat terhalangi oleh pelemahan Nikkei setelah gempa berkekuatan 7,3 SR mengguncang Jepang, sehingga membuat khawatir ekonomi Jepang akan kembali terganggu," sambung dia.

Bursa saham Eropa menguat terbatas meski indeks DAX melemah setelah Bank Sentral Jerman, Bundesbank, memangkas outlook ekonomi Jerman jadi 0,4 persen untuk 2013 lebih rendah dari estimasi sebelumnya 1,6 persen.

Bundesbank juga memperingatkan akan adanya ancaman resesi di Jerman seiring berlarutnya krisis utang zona Euro dan maraknya kebijakan pemangkasan defisit fiskal serta masih lemahnya kondisi ekonomi global.

Di sisi lain, pelaku pasar merespon positif kenaikan beberapa data AS yang menunjukkan pemulihan.

Bursa saham AS bertahan di zona hijau seiring dengan positifnya beberapa data ekonomi antara lain kenaikan nonfarm payrolls dan penurunan tingkat pengangguran namun, sempat terhalangi dengan penurunan private nonfarm payrolls dan consumer sentiment dari periode sebelumnya.

"Selain itu, pelaku pasar masih menunggu kejelasan penyelesaian fiscal cliff setelah Ketua DPR AS mengatakan belum ada progress," tuturnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
IHSG Tidak Terbendung,...
IHSG Tidak Terbendung, Pagi Ini Dibuka Terus Menguat ke Level 6.018
Lanjutkan Penguatan...
Lanjutkan Penguatan di Pagi Hari, IHSG Sentuh Level 6.085
Bergerak Dua Arah, IHSG...
Bergerak Dua Arah, IHSG Akhir Pekan Ditutup Melemah ke Level 6.104
IHSG Kehabisan Tenaga,...
IHSG Kehabisan Tenaga, Terkoreksi 2,38 Poin di Akhir Sesi
IHSG Punya Kekuatan...
IHSG Punya Kekuatan Sultan, Mendekati Level 6.200
Suku Bunga Acuan BI...
Suku Bunga Acuan BI Bakal Dirilis, Ramalan IHSG Bergerak Terbatas
Berita Terkini
Jetex dan Republik Manor...
Jetex dan Republik Manor Sinergi Kembangkan Layanan Aviasi Privat di Indonesia
6 jam yang lalu
Dampingi Presiden Resmikan...
Dampingi Presiden Resmikan Lima Bendungan, AHY: Perkuat Swasembada Pangan, Air dan Energi
6 jam yang lalu
Airlangga Sebut B50...
Airlangga Sebut B50 Bakal Hemat Devisa hingga Rp177 Triliun
6 jam yang lalu
YBM PLN EPI Dorong Pendidikan...
YBM PLN EPI Dorong Pendidikan Lingkungan melalui Wisata Edukasi
7 jam yang lalu
MNC Insurance Sabet...
MNC Insurance Sabet Penghargaan Anugerah Asuransi Indonesia 2026
7 jam yang lalu
Dukung Ketahanan Air...
Dukung Ketahanan Air dan Pangan, Dua Bendungan Garapan Nindya Karya Diresmikan Presiden
7 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved