Pertumbuhan perdagangan RI-Slovakia 6,1%
Senin, 10 Desember 2012 - 14:35 WIB
Pertumbuhan perdagangan RI-Slovakia 6,1%
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Hatta Rajasa mengungkapkan, hubungan perdagangan antara Indonesia dengan Slovakia mengalami pertumbuhan rata-rata sebesar 6,1 persen per tahun. Pertumbuhan itu ditopang dengan adanya Kantor Badan Pengembangan Investasi dan Perdagangan Slovakia di Jakarta.
"Saya menyambut baik dan turut menyampaikan ucapan selamat atas dibukanya kantor Badan Pengembangan Investasi dan Perdagangan Slovakia di Jakarta hari ini," kata Hatta di Hotel JW Marriott, Jakarta, Senin (10/12/2012).
Keberadaan bdan baru ini, harap Hatta, dapat membuat aliran investasi dan perdagangan antara Indonesia dan Slovakia akan semakin meningkat lagi di masa yang akan datang.
Sayangnya, total perdagangan antara Indonesia dan Slovakia mencapai USD65,95 juta pada 2011, menurun dibandingkan angka 2010 yang mencapai USD84,5 juta.
"Komoditi utama ekspor dari Indonesia ke Slovakia adalah minyak sawit, karet alam, komponen alas kaki, dan aksesoris video recording, sementara komoditi utama impor asal Slovakia adalah peralatan mesin, barang elektronik, mobil, serta bahan peledak," katanya.
Sebelumnya, Pemerintah Indonesia dan Slovakia menandatangani enam nota kesepahaman (MoU) kerja sama di bidang energi dengan bernilai investasi keseluruhan proyek mencapai USD1,4 miliar atau sekitar Rp13,5 triliun.
"Saya baru saja melakukan pertemuan dengan Menteri Ekonomi Slowakia. Di situ ada enam buah MOU bidang energi yang ditandatangani," terang Hatta.
Enam proyek kerja sama itu sendiri, Hatta menjelaskan, meliputi kerja sama bidang energi di Batam, termasuk pembangunan pembangkit listrik, perjanjian keuangan untuk proyek, supai listrik ke Singapura, dan pembangunan pabrik semen di Kalimantan Timur.
"Saya menyambut baik dan turut menyampaikan ucapan selamat atas dibukanya kantor Badan Pengembangan Investasi dan Perdagangan Slovakia di Jakarta hari ini," kata Hatta di Hotel JW Marriott, Jakarta, Senin (10/12/2012).
Keberadaan bdan baru ini, harap Hatta, dapat membuat aliran investasi dan perdagangan antara Indonesia dan Slovakia akan semakin meningkat lagi di masa yang akan datang.
Sayangnya, total perdagangan antara Indonesia dan Slovakia mencapai USD65,95 juta pada 2011, menurun dibandingkan angka 2010 yang mencapai USD84,5 juta.
"Komoditi utama ekspor dari Indonesia ke Slovakia adalah minyak sawit, karet alam, komponen alas kaki, dan aksesoris video recording, sementara komoditi utama impor asal Slovakia adalah peralatan mesin, barang elektronik, mobil, serta bahan peledak," katanya.
Sebelumnya, Pemerintah Indonesia dan Slovakia menandatangani enam nota kesepahaman (MoU) kerja sama di bidang energi dengan bernilai investasi keseluruhan proyek mencapai USD1,4 miliar atau sekitar Rp13,5 triliun.
"Saya baru saja melakukan pertemuan dengan Menteri Ekonomi Slowakia. Di situ ada enam buah MOU bidang energi yang ditandatangani," terang Hatta.
Enam proyek kerja sama itu sendiri, Hatta menjelaskan, meliputi kerja sama bidang energi di Batam, termasuk pembangunan pembangkit listrik, perjanjian keuangan untuk proyek, supai listrik ke Singapura, dan pembangunan pabrik semen di Kalimantan Timur.
(gpr)
Lihat Juga :