Pemerintah dinilai tanggapi positif usulan Kadin
Selasa, 11 Desember 2012 - 17:01 WIB
Pemerintah dinilai tanggapi positif usulan Kadin
A
A
A
Sindonews.com - Pascanaiknya upah minimum provinsi (UMP) hingga diatas Rp2 juta di sejumlah daerah, Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) meminta pemerintah memberikan insentif fiskal bagi dunia usaha agar daya saing tetap terjaga.
Meski usulan tersebut belum dipenuhi pemerintah, Kadin menilai pemerintah menanggapi permintaan itu secara positif.
"Belum, tapi mereka memikirkan. Pemerintah cukup tanggap kok. Sudah dirapatkan di kabinet, dipikirkan juga bagaimana bisa meringankan dunia usaha," ungkap Ketua Umum Kadin Suryo Bambang Sulistio usai acara Proyeksi Ekonomi 2013 di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (11/12/2012).
Seperti diketahui, pemerintah sebelumnya telah berjanji akan mempertimbangkan baik-baik usul pemberian insentif yang diminta Kadin. "Ya nanti saya bicara sama Kadin," ucap Menteri Perindustrian MS Hidayat.
Namun, Hidayat meminta Kadin untuk tidak memaksakan kehendaknya kepada pemerintah dengan melempar berbagai pernyataan dengan nada mengancam melalui media massa. "Jangan memaksakan kehendak. Kalau pengusaha memaksakan kehendak, saya juga tidak happy (senang), meskipun saya bekas pengusaha," ujarnya pekan lalu.
Meski usulan tersebut belum dipenuhi pemerintah, Kadin menilai pemerintah menanggapi permintaan itu secara positif.
"Belum, tapi mereka memikirkan. Pemerintah cukup tanggap kok. Sudah dirapatkan di kabinet, dipikirkan juga bagaimana bisa meringankan dunia usaha," ungkap Ketua Umum Kadin Suryo Bambang Sulistio usai acara Proyeksi Ekonomi 2013 di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (11/12/2012).
Seperti diketahui, pemerintah sebelumnya telah berjanji akan mempertimbangkan baik-baik usul pemberian insentif yang diminta Kadin. "Ya nanti saya bicara sama Kadin," ucap Menteri Perindustrian MS Hidayat.
Namun, Hidayat meminta Kadin untuk tidak memaksakan kehendaknya kepada pemerintah dengan melempar berbagai pernyataan dengan nada mengancam melalui media massa. "Jangan memaksakan kehendak. Kalau pengusaha memaksakan kehendak, saya juga tidak happy (senang), meskipun saya bekas pengusaha," ujarnya pekan lalu.
(rna)
Lihat Juga :