4 penyebab lemahnya daya saing RI versi Kadin
Selasa, 11 Desember 2012 - 18:03 WIB
4 penyebab lemahnya daya saing RI versi Kadin
A
A
A
Sindonews.com - Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) menilai daya saing industri di Indonesia masih lemah karena berbagai penyebab. Pertama, kekurangan infrastruktur baik dalam jumlah maupun kualitas.
"Kualitas dan jumlah infrastruktur sangat rendah. Pembangunan jalan sangat sedikit. Perkembangan infrastruktur pelabuhan dan bandara juga sangat rendah tidak seimbang dengan perkembangan aktivitasnya," ucap Ketua Umum Kadin Suryo Bambang Sulistio dalam Proyeksi Ekonomi 2013 di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (11/12/2012).
Kedua, ketidakpastian hukum di Indonesia disebut sebagai salah satu masalah terbesar bagi dunia usaha Indonesia. "Kebijakan dan regulasi pemerintah sering tidak pasti sehingga mengganggu dunia usaha," sambungnya.
Ketiga, masalah ketenagakerjaan terkait tingginya upah dan rendahnya produktivitas buruh juga disebut Suryo salah satu penghambat pertumbuhan daya saing industri nasional. "Tuntutan upah naik sangat kuat, namun tidak disertai efisiensi dan produktivitas kerja," ujar dia.
Keempat atau yang terakhir, Suryo menunjuk masalah birokrasi yang masih buruk. "Kondisi seperti ini mempengaruhi rendahnya kemudahan melakukan usaha," ujar Suryo.
"Kualitas dan jumlah infrastruktur sangat rendah. Pembangunan jalan sangat sedikit. Perkembangan infrastruktur pelabuhan dan bandara juga sangat rendah tidak seimbang dengan perkembangan aktivitasnya," ucap Ketua Umum Kadin Suryo Bambang Sulistio dalam Proyeksi Ekonomi 2013 di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (11/12/2012).
Kedua, ketidakpastian hukum di Indonesia disebut sebagai salah satu masalah terbesar bagi dunia usaha Indonesia. "Kebijakan dan regulasi pemerintah sering tidak pasti sehingga mengganggu dunia usaha," sambungnya.
Ketiga, masalah ketenagakerjaan terkait tingginya upah dan rendahnya produktivitas buruh juga disebut Suryo salah satu penghambat pertumbuhan daya saing industri nasional. "Tuntutan upah naik sangat kuat, namun tidak disertai efisiensi dan produktivitas kerja," ujar dia.
Keempat atau yang terakhir, Suryo menunjuk masalah birokrasi yang masih buruk. "Kondisi seperti ini mempengaruhi rendahnya kemudahan melakukan usaha," ujar Suryo.
(rna)
Lihat Juga :