Kopi Aceh anjlok di pasar internasional
Selasa, 11 Desember 2012 - 19:31 WIB
Kopi Aceh anjlok di pasar internasional
A
A
A
Sindonews.com - Nilai ekspor kopi Brazil ke pasar dunia yang berlimpah pada triwulan III tahun ini menyebabkan realisasi ekspor kopi Aceh turun sejak Juli lalu. Di pasar kopi internasional permintaan kopi Aceh jadi berkurang.
Kendati demikian kopi Aceh masih tetap digemari. Penjualan Januari hingga September tahun ini nilai ekspor mencapai USD49.326.811 dari ekspor 7,039 ton kopi.
Amerika Serikat masih menjadi pasar ekspor utama kopi Aceh dengan volume 5,555 ton atau nilainya mencapai USD39,2 juta. Sementara di Kanada 555 ton disusul Inggris 235 ton.
Kepala Seksi Perdagangan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Provinsi Aceh, Netty Muharni menggatakan kopi Aceh diekspor via pelabuhan Belawan, Sumatera Utara. "Harga kopi Sumatera memang lebih mahal ketimbang kopi dari Brazil," jelas Netty, Selasa (11/12/2012).
Ia merinci pada periode Juli hingga September total kopi yang diekspor 1,957 ton atau senilai USD11.510.743. Sementara periode April sampai Juni 3,281 ton atau senilai USD23.108.110. "Permintaan pasar terhadap kopi Aceh lesu selama triwulan III lalu," kata Netty.
Menurutnya pasar kopi domestik tak ada gangguan berarti. Kopi yang diekspor kualitas pilihan jenis arabica dari dataran tinggi Gayo. "Permintaan di pasar domestik tetap menggairahkan," tegasnya.
Kendati demikian kopi Aceh masih tetap digemari. Penjualan Januari hingga September tahun ini nilai ekspor mencapai USD49.326.811 dari ekspor 7,039 ton kopi.
Amerika Serikat masih menjadi pasar ekspor utama kopi Aceh dengan volume 5,555 ton atau nilainya mencapai USD39,2 juta. Sementara di Kanada 555 ton disusul Inggris 235 ton.
Kepala Seksi Perdagangan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Provinsi Aceh, Netty Muharni menggatakan kopi Aceh diekspor via pelabuhan Belawan, Sumatera Utara. "Harga kopi Sumatera memang lebih mahal ketimbang kopi dari Brazil," jelas Netty, Selasa (11/12/2012).
Ia merinci pada periode Juli hingga September total kopi yang diekspor 1,957 ton atau senilai USD11.510.743. Sementara periode April sampai Juni 3,281 ton atau senilai USD23.108.110. "Permintaan pasar terhadap kopi Aceh lesu selama triwulan III lalu," kata Netty.
Menurutnya pasar kopi domestik tak ada gangguan berarti. Kopi yang diekspor kualitas pilihan jenis arabica dari dataran tinggi Gayo. "Permintaan di pasar domestik tetap menggairahkan," tegasnya.
(gpr)
Lihat Juga :