IHSG diprediksi lanjutkan penguatan
Rabu, 12 Desember 2012 - 08:38 WIB
IHSG diprediksi lanjutkan penguatan
A
A
A
Sindonews.com - Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) diprediksi akan kembali melanjutkan penguatan yang terjadi pada hari sebelumnya, namun dalam rentang terbatas.
"Hari ini, kami proyeksikan indeks berpeluang untuk bergerak menguat terbatas," kata analis PT Panin Sekuritas Purwoko Sartondo, Rabu (12/12/2012).
Penguatan indeks domestik didorong sentimen positif dari bursa regional. Data tenaga kerja di Amerika Serikat (AS) tercatat menguat menutup efek negatif dari penurunan consumer confidence. Jumlah orang yang bekerja bertambah 146.000 orang pada bulan November, lebih tinggi dari perkiraan yang sebesar 85.000.
Angka pengangguran juga mengalami perbaikan dari 7,9 persen, turun menjadi 7,7 persen. Angka ini terendah semenjak Desember 2008. Selain itu, kabar positif dari China, yaitu factory output dan retail sales November berhasil melampaui estimasi awal memberi imbas positif terhadap bursa.
Hal ini dipandang sebagai sinyal pertumbuhan ekonomi China sudah siap tumbuh lebih tinggi. Pergerakan indeks juga diwarnai oleh berita rencana Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga Fasilitas Bank Indonesia (Fasbi), guna meredakan tekanan terhadap rupiah.
"Kisaran support-resistance hari ini 4.285-4.320," prediksi Purwoko.
"Hari ini, kami proyeksikan indeks berpeluang untuk bergerak menguat terbatas," kata analis PT Panin Sekuritas Purwoko Sartondo, Rabu (12/12/2012).
Penguatan indeks domestik didorong sentimen positif dari bursa regional. Data tenaga kerja di Amerika Serikat (AS) tercatat menguat menutup efek negatif dari penurunan consumer confidence. Jumlah orang yang bekerja bertambah 146.000 orang pada bulan November, lebih tinggi dari perkiraan yang sebesar 85.000.
Angka pengangguran juga mengalami perbaikan dari 7,9 persen, turun menjadi 7,7 persen. Angka ini terendah semenjak Desember 2008. Selain itu, kabar positif dari China, yaitu factory output dan retail sales November berhasil melampaui estimasi awal memberi imbas positif terhadap bursa.
Hal ini dipandang sebagai sinyal pertumbuhan ekonomi China sudah siap tumbuh lebih tinggi. Pergerakan indeks juga diwarnai oleh berita rencana Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga Fasilitas Bank Indonesia (Fasbi), guna meredakan tekanan terhadap rupiah.
"Kisaran support-resistance hari ini 4.285-4.320," prediksi Purwoko.
(rna)
Lihat Juga :