Bank Artos kembangkan sistem agency
Rabu, 12 Desember 2012 - 13:58 WIB
Bank Artos kembangkan sistem agency
A
A
A
Sindonews.com - Bank Artos berencana mengembangkan konsep agency, memperluas jaringan di daerah untuk penetrasi dana pihak ketiga (DPK) dan pembiayaan.
Direktur Utama Bank Artos Reinantha Yaputra mengatakan, perseroannya berencana mengembangkan sistem kemitraan dengan lembaga lain. Lembaga tersebut nantinya akan menjadi cabang atau agen Bank Artos di daerah. Upaya tersebut sejalan dengan rencana Bank Indonesia membuat regulasi tentang sistem agency bagi perbankan.
"Selama dua tahun belakang, kita sudah kembangkan sistem kemitraan. Ini akan terus kami kembangkan untuk ekspansi bisnis Bank Artos," jelas Reinantha Yaputra di sela-sela HUT Bank Artos ke-20 di Jalan Setiabudhi, Kota Bandung, Rabu (12/12/2012).
Menurut dia, sistem kemitraan cukup menguntungkan perbankan. Dari sisi efisiensi, perbankan tidak perlu membelanjakan modal untuk investasi tempat. Untuk membuka kantor cabang misalnya, paling tidak perlu dana sekitar Rp2 miliar. Sementara investasi untuk sistem agency hanya perlu dana sekitar ratusan juta.
"Sementara dari sisi ruang lingkup, jangkauan kita bisa lebih besar. Karena, lembaga yang kita ajak kerjasama telah memiliki cabang sampai ke daerah," jelas dia. Selain itu, lembaga tersebut juga telah memiliki jaringan dengan masyarakat luas.
Sistem kemitraan, lanjut dia, sesuai dengan segmen Bank Artos dalam penetrasi pasar. Yaitu segmen kecil dan menengah. Penetrasi pembiayaan dan dana pihak ketiga (DPK) dari segmen ini cukup potensial.
"Sistem kemitraan diharapkan mampu meningkatkan serapan DPK dan penyaluran kredit di atas 25% dari posisi saat ini," jelas dia. Saat ini, posisi mitra nasabah Bank Artos tembus di angka sekitar 3.000 nasabah. Sekitar 70 persen dari sektor UMKM.
Penyaluran kredit Bank Artos selama periode Januari-November 2012 mencapai Rp300 miliar. Tumbuh di atas 25 persen dari periode yang sama tahun lalu. Pencapaian tersebut, sesuai dengan target managemen bank yang lahir di Bandung ini. Sektor yang digarap Bank Artos seperti peternakan, perdagangan, dan industri kecil.
Sementara dari sisi Dana Pihak Ketiag (DPK), Bank Artos mencatat serapan sekitar Rp400 miliar. Sekitar 60 persennya masuk dari dana mahal seperti deposito dan 40 persennya serapan dana murah seperti tabungan.
"Bunga deposito kami kompetitif. Tapi bukan berarti cukup besar," pungkas Kepala Kantor Pusat Bank Artos Deddy Triana.
Dia berharap, tahun 2013 pertumbuhan DPK bisa lebih besar dari posisi saat ini. Saat ini, Bank Artos telah memiliki 8 jaringan kantor di seluruh Indonesia.
Direktur Utama Bank Artos Reinantha Yaputra mengatakan, perseroannya berencana mengembangkan sistem kemitraan dengan lembaga lain. Lembaga tersebut nantinya akan menjadi cabang atau agen Bank Artos di daerah. Upaya tersebut sejalan dengan rencana Bank Indonesia membuat regulasi tentang sistem agency bagi perbankan.
"Selama dua tahun belakang, kita sudah kembangkan sistem kemitraan. Ini akan terus kami kembangkan untuk ekspansi bisnis Bank Artos," jelas Reinantha Yaputra di sela-sela HUT Bank Artos ke-20 di Jalan Setiabudhi, Kota Bandung, Rabu (12/12/2012).
Menurut dia, sistem kemitraan cukup menguntungkan perbankan. Dari sisi efisiensi, perbankan tidak perlu membelanjakan modal untuk investasi tempat. Untuk membuka kantor cabang misalnya, paling tidak perlu dana sekitar Rp2 miliar. Sementara investasi untuk sistem agency hanya perlu dana sekitar ratusan juta.
"Sementara dari sisi ruang lingkup, jangkauan kita bisa lebih besar. Karena, lembaga yang kita ajak kerjasama telah memiliki cabang sampai ke daerah," jelas dia. Selain itu, lembaga tersebut juga telah memiliki jaringan dengan masyarakat luas.
Sistem kemitraan, lanjut dia, sesuai dengan segmen Bank Artos dalam penetrasi pasar. Yaitu segmen kecil dan menengah. Penetrasi pembiayaan dan dana pihak ketiga (DPK) dari segmen ini cukup potensial.
"Sistem kemitraan diharapkan mampu meningkatkan serapan DPK dan penyaluran kredit di atas 25% dari posisi saat ini," jelas dia. Saat ini, posisi mitra nasabah Bank Artos tembus di angka sekitar 3.000 nasabah. Sekitar 70 persen dari sektor UMKM.
Penyaluran kredit Bank Artos selama periode Januari-November 2012 mencapai Rp300 miliar. Tumbuh di atas 25 persen dari periode yang sama tahun lalu. Pencapaian tersebut, sesuai dengan target managemen bank yang lahir di Bandung ini. Sektor yang digarap Bank Artos seperti peternakan, perdagangan, dan industri kecil.
Sementara dari sisi Dana Pihak Ketiag (DPK), Bank Artos mencatat serapan sekitar Rp400 miliar. Sekitar 60 persennya masuk dari dana mahal seperti deposito dan 40 persennya serapan dana murah seperti tabungan.
"Bunga deposito kami kompetitif. Tapi bukan berarti cukup besar," pungkas Kepala Kantor Pusat Bank Artos Deddy Triana.
Dia berharap, tahun 2013 pertumbuhan DPK bisa lebih besar dari posisi saat ini. Saat ini, Bank Artos telah memiliki 8 jaringan kantor di seluruh Indonesia.
(gpr)
Lihat Juga :