Minyak Tarakan, Pertamina harapkan sumur eks penjajah
Rabu, 12 Desember 2012 - 16:09 WIB
Minyak Tarakan, Pertamina harapkan sumur eks penjajah
A
A
A
Sindonews.com - Di tengah menurunnya produksi minyak Indonesia, perlu upaya terobosan baru untuk meningkatkan atau paling tidak mempertahankan jumlah produksi. Salah satu yang paling memungkinkan adalah reaktivasi sumur-sumur lama yang merupakan peninggalan Belanda.
Seperti yang dilakukan Pertamina EP Field Tarakan. Setelah kontrak PAC-Medco habis, Pertamina UBEP Sanga-sanga-Tarakan diserahi tugas mengelola sumur-sumur yang ditinggalkan, termasuk sumur peninggalan Belanda.
"Mulai akhir tahun 2008, kontrak PAC-Medco berakhir. Setelah itu kami dipercaya BP Migas (sekarang SK Migas) untuk mengelola sumur-sumur bekas dan mengelola lapangan tua," kata Field Manager Pertamina EP Field Tarakan Rahmat Wibowo, Rabu (12/12/12).
Setelah dilakukan pendataan, di Kota Tarakan terdapat 1.400 sumur bekas, termasuk peninggalan Belanda dan Jepang. Dari jumlah tersebut, 200 di antaranya sudah dibuka kembali dan 70 sumur telah produksi.
Sumur-sumur bekas tersebut belum seluruhnya dibuka. Masih ada yang bisa dieksploitasi kembali. Secara bertahap, pembukaan kembali sumur ini akan terus dilakukan pihak Pertamina Field Tarakan.
Pada sumur tua, selain menyerap minyak, ada bahan ikutan lainnya yakni air. Air tersebut tidak boleh dilepas ke saluran irigasi masyarakat. Harus diinjeksikan kembali ke dalam sumur.
Saat ini, Pertamina Field Tarakan menghasilkan 700 barel per hari. Angka tersebut terus berkurang mengingat produksi sumur tua juga terus menurun. "Pada tahun 2013, selain memaksimalkan sumur tua, kita juga akan membuka tiga sumur baru. Harapannya produksi kita meningkat," tambah Rahmat.
Seperti yang dilakukan Pertamina EP Field Tarakan. Setelah kontrak PAC-Medco habis, Pertamina UBEP Sanga-sanga-Tarakan diserahi tugas mengelola sumur-sumur yang ditinggalkan, termasuk sumur peninggalan Belanda.
"Mulai akhir tahun 2008, kontrak PAC-Medco berakhir. Setelah itu kami dipercaya BP Migas (sekarang SK Migas) untuk mengelola sumur-sumur bekas dan mengelola lapangan tua," kata Field Manager Pertamina EP Field Tarakan Rahmat Wibowo, Rabu (12/12/12).
Setelah dilakukan pendataan, di Kota Tarakan terdapat 1.400 sumur bekas, termasuk peninggalan Belanda dan Jepang. Dari jumlah tersebut, 200 di antaranya sudah dibuka kembali dan 70 sumur telah produksi.
Sumur-sumur bekas tersebut belum seluruhnya dibuka. Masih ada yang bisa dieksploitasi kembali. Secara bertahap, pembukaan kembali sumur ini akan terus dilakukan pihak Pertamina Field Tarakan.
Pada sumur tua, selain menyerap minyak, ada bahan ikutan lainnya yakni air. Air tersebut tidak boleh dilepas ke saluran irigasi masyarakat. Harus diinjeksikan kembali ke dalam sumur.
Saat ini, Pertamina Field Tarakan menghasilkan 700 barel per hari. Angka tersebut terus berkurang mengingat produksi sumur tua juga terus menurun. "Pada tahun 2013, selain memaksimalkan sumur tua, kita juga akan membuka tiga sumur baru. Harapannya produksi kita meningkat," tambah Rahmat.
(gpr)
Lihat Juga :