IHSG dibayangi aksi ambil untung
Kamis, 13 Desember 2012 - 08:25 WIB
IHSG dibayangi aksi ambil untung
A
A
A
Sindonews.com - Seiring proyeksi menguat pada perdagangan hari ini dengan lebih leluasa, indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali dibayangi aksi ambil untung (profit taking), yang justru berpotensi menekan IHSG.
"Pada perdagangan Kamis (13/12) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.315-4.328 dan resistance 4.348-4.357," terang Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada, Kamis (13/12/2012).
Berpola hammer setelah terbentuk three white soldier dan melampaui middle bollinger bands. MACD masih bergerak mendatar dengan histogram negatif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic masih bergerak upreversal dari area oversold.
Kenaikan terbatas masih terjadi pada IHSG. Namun, dengan adanya nett buy asing dan telah tertutupinya gap atas di level 4.323-4.333, diharapkan penguatan masih akan terjadi.
"Diharapkan pula tidak dimanfaatkan untuk terburu-buru melakukan profit taking yang nantinya justru akan menghambat peluang terjadinya kenaikan," tegasnya.
Pada perdagangan hari Rabu, IHSG masih bergerak variatif meski terdapat peluang kenaikan seiring dengan positifnya bursa saham Asia. Di sisi lain, pembukaan bursa saham Eropa yang sempat negatif jelang pertemuan The Fed dan pertemuan menteri keuangan Uni Eropa dalam membahas pemberian bailout Yunani sempat mengganjal IHSG dan seperti sebelumnya, IHSG
pun masuk ke zona merah.
Akan tetapi, karena indeks HSI dan lainnya ditutup positif, maka IHSG pun menutup perdagangan kemarin dengan penguatan. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4.340,26 (level tertingginya) di pertengahan sesi satu dan menyentuh level 4.311,50 (level terendahnya) jelang akhir sesi dua dan akhirnya berhasil bertengger di level 4.337,53.
Volume perdagangan tercatat turun dan nilai total transaksi tercatat naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Sampai dengan ulasan ini dibuat bursa saham Eropa masih bergerak variatif seiring antisipasi pelaku pasar terhadap pertemuan The Fed dan kejelasan penanganan masalah fiscal cliff AS. Sementara bursa saham AS akan ditentukan dengan adanya pertemuan The Fed nanti malam.
"Diharapkan The Fed bisa memberi sinyal akan adanya program lanjutan untuk pembelian obligasi sehingga sentimen positif ini akan tetap terjaga," ujar dia.
"Pada perdagangan Kamis (13/12) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.315-4.328 dan resistance 4.348-4.357," terang Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada, Kamis (13/12/2012).
Berpola hammer setelah terbentuk three white soldier dan melampaui middle bollinger bands. MACD masih bergerak mendatar dengan histogram negatif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic masih bergerak upreversal dari area oversold.
Kenaikan terbatas masih terjadi pada IHSG. Namun, dengan adanya nett buy asing dan telah tertutupinya gap atas di level 4.323-4.333, diharapkan penguatan masih akan terjadi.
"Diharapkan pula tidak dimanfaatkan untuk terburu-buru melakukan profit taking yang nantinya justru akan menghambat peluang terjadinya kenaikan," tegasnya.
Pada perdagangan hari Rabu, IHSG masih bergerak variatif meski terdapat peluang kenaikan seiring dengan positifnya bursa saham Asia. Di sisi lain, pembukaan bursa saham Eropa yang sempat negatif jelang pertemuan The Fed dan pertemuan menteri keuangan Uni Eropa dalam membahas pemberian bailout Yunani sempat mengganjal IHSG dan seperti sebelumnya, IHSG
pun masuk ke zona merah.
Akan tetapi, karena indeks HSI dan lainnya ditutup positif, maka IHSG pun menutup perdagangan kemarin dengan penguatan. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4.340,26 (level tertingginya) di pertengahan sesi satu dan menyentuh level 4.311,50 (level terendahnya) jelang akhir sesi dua dan akhirnya berhasil bertengger di level 4.337,53.
Volume perdagangan tercatat turun dan nilai total transaksi tercatat naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Sampai dengan ulasan ini dibuat bursa saham Eropa masih bergerak variatif seiring antisipasi pelaku pasar terhadap pertemuan The Fed dan kejelasan penanganan masalah fiscal cliff AS. Sementara bursa saham AS akan ditentukan dengan adanya pertemuan The Fed nanti malam.
"Diharapkan The Fed bisa memberi sinyal akan adanya program lanjutan untuk pembelian obligasi sehingga sentimen positif ini akan tetap terjaga," ujar dia.
(rna)
Lihat Juga :