Bank BJB targetkan DPK 3013 Rp10 T
Kamis, 13 Desember 2012 - 15:59 WIB
Bank BJB targetkan DPK 3013 Rp10 T
A
A
A
Sindonews.com - Bank BJB akan fokus menyasar nasabah premium untuk meningkatkan serapan dana pihak ketiga (DPK). Sampai tahun 2013, serapan DPK dari segmen ini diharapkan mencapai Rp10 triliun.
Direktur Utama Bank BJB Bien Subiantoro menjelaskan, mulai akhir tahun ini, bank-nya akan melakukan ekspansi besar-besaran membidik nasabah premium dengan nilai tabungan minimal Rp500 juta sampai Rp1 miliar per nasabah. Ekspansi bisnis dana mahal Bank BJB di harapkan meningkatkan komposisi DPK.
“Potensi nasabah dengan nilai tabungan di atas Rp500 juta masih cukup besar. Ini menjadi perhatian kami membidik segmen premium melalui program bjb precious,” jelas Bien Subiantoro di sela-sela launching bjb precious di Mal Paris Van Java (PVJ) Jalan Sukajadi, Kota Bandung, Rabu (12/12/2012) malam.
Pihaknya menargetkan, sampai akhir tahun 2013 mendatang, nasabah bjb precious menjadi 10.000 orang dengan asumsi setiap nasabah menyimpan uangnya minimal Rp1 miliar. Dengan harapan, serapan dana dari nasabah bjb precious bisa mencapai Rp10 triliun. Atau tumbuh lebih besar dari pencapaian saat ini sebesar Rp1,5 triliun dengan jumlah 1500 nasabah.
“Nasabah dengan kemampuan menyimpan uang di bank rata rata Rp1 miliar masih cukup banyak. Apalagi, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang cukup baik, dipastikan meningkatkan dana masyarakat,” jelas dia.
Target tersebut, lanjut Bien, optimistis tercapai melalui sejumlah upaya promosi dan benefit yang akan ditawarkan Bank BJB. Misalnya, pelayanan prima bagi nasabah bjb precious serta mempersiapkan insfrastruktur pendukung bagi nasabah tersebut. Salah satunya membuat outlet khusus.
Saat ini, Bank BJB memiliki 15 outlet yang melayani nasabah preium itu. Tahun 2013, Bank BJB menargetkan akan menambah 15 outlet lainnya di seluruh Indonesia. Seperti di Jabar, Jakarta, Banten, Surabaya, dan daerah lainnya di Indonesia. Namun demikian, outlet nasabah premium itu tetap berdampingan dengan outlet umum Bank BJB.
Atas rencana itu, Bank BJB akan mengalokasikan dana cukup besar membangun outlet umum berdampingan dengan outlet nasabah bjb precious. Investasi satu outlet bisa menelan dana sekitar Rp1-2 miliar.
“Tapi, kita tetap akan menjajaki apakah melalui sewa tempat atau membeli. Kalau lewat mekanisme sewa, maka belanja modalnya tidak terlalu besar,” pungkas Bien.
Pada hari yang sama, Bank BJB juga meluncurkan program BJB quickcash. Program ini untuk mengcover transaksi internasional terutama para tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri. Layanan ini memberi kemudahan bagi TKI dalam mengirim uang ke Bank BJB atau bank lainnya.
BJB quickcash bisa diakses di seluruh outlet Bank BJB di seluruh Indonesia. Layanan ini diharapkan mempermudah masyarakat di pelosok daerah melakukan transaksi keuangan antar Negara.
Direktur Utama Bank BJB Bien Subiantoro menjelaskan, mulai akhir tahun ini, bank-nya akan melakukan ekspansi besar-besaran membidik nasabah premium dengan nilai tabungan minimal Rp500 juta sampai Rp1 miliar per nasabah. Ekspansi bisnis dana mahal Bank BJB di harapkan meningkatkan komposisi DPK.
“Potensi nasabah dengan nilai tabungan di atas Rp500 juta masih cukup besar. Ini menjadi perhatian kami membidik segmen premium melalui program bjb precious,” jelas Bien Subiantoro di sela-sela launching bjb precious di Mal Paris Van Java (PVJ) Jalan Sukajadi, Kota Bandung, Rabu (12/12/2012) malam.
Pihaknya menargetkan, sampai akhir tahun 2013 mendatang, nasabah bjb precious menjadi 10.000 orang dengan asumsi setiap nasabah menyimpan uangnya minimal Rp1 miliar. Dengan harapan, serapan dana dari nasabah bjb precious bisa mencapai Rp10 triliun. Atau tumbuh lebih besar dari pencapaian saat ini sebesar Rp1,5 triliun dengan jumlah 1500 nasabah.
“Nasabah dengan kemampuan menyimpan uang di bank rata rata Rp1 miliar masih cukup banyak. Apalagi, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang cukup baik, dipastikan meningkatkan dana masyarakat,” jelas dia.
Target tersebut, lanjut Bien, optimistis tercapai melalui sejumlah upaya promosi dan benefit yang akan ditawarkan Bank BJB. Misalnya, pelayanan prima bagi nasabah bjb precious serta mempersiapkan insfrastruktur pendukung bagi nasabah tersebut. Salah satunya membuat outlet khusus.
Saat ini, Bank BJB memiliki 15 outlet yang melayani nasabah preium itu. Tahun 2013, Bank BJB menargetkan akan menambah 15 outlet lainnya di seluruh Indonesia. Seperti di Jabar, Jakarta, Banten, Surabaya, dan daerah lainnya di Indonesia. Namun demikian, outlet nasabah premium itu tetap berdampingan dengan outlet umum Bank BJB.
Atas rencana itu, Bank BJB akan mengalokasikan dana cukup besar membangun outlet umum berdampingan dengan outlet nasabah bjb precious. Investasi satu outlet bisa menelan dana sekitar Rp1-2 miliar.
“Tapi, kita tetap akan menjajaki apakah melalui sewa tempat atau membeli. Kalau lewat mekanisme sewa, maka belanja modalnya tidak terlalu besar,” pungkas Bien.
Pada hari yang sama, Bank BJB juga meluncurkan program BJB quickcash. Program ini untuk mengcover transaksi internasional terutama para tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri. Layanan ini memberi kemudahan bagi TKI dalam mengirim uang ke Bank BJB atau bank lainnya.
BJB quickcash bisa diakses di seluruh outlet Bank BJB di seluruh Indonesia. Layanan ini diharapkan mempermudah masyarakat di pelosok daerah melakukan transaksi keuangan antar Negara.
(gpr)
Lihat Juga :