Alih fungsi lahan ancam produksi pangan Sulbar
Jum'at, 14 Desember 2012 - 15:11 WIB
Alih fungsi lahan ancam produksi pangan Sulbar
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Gubernur Sulbar Aladin S Mengga mengatakan, kegiatan alih fungsi lahan pertanian akan mengancam produksi pangan daerah ini. Karena itu besarnya alih fungsi lahan dari persawahan menjadi non pertanian harus segera dicegah.
"Ini barangkali yang menyebabkan terlalu banyak politik yang diurusi. Sebelum terlanjur parah, harus segera dicegah. Agar target surplus beras satu juta ton bisa tercapai. Memang semua ini sebagai resiko daerah berkembang, tapi tetap harus dikendalikan," katanya, Jumat (14/12/2012).
Disebutkan, pada tahun 2012 produksi padi di Sulbar mencapai 384.488 ton. Aladin yakin pada tahun 2013 akan meningkat menjadi 484.768 ton.
Menurutnya, target swasembada pangan hanya bisa tercapai dengan cepat melalui menerapkan teknologi pertanian bagi para petani yang ada di daerah ini. Dan intensifikasi untuk memacu peningkatan produksi beras dan jagung maupun tanaman pangan lainnya.
"Kegiatan intensifikasi dan teknologi pertanian sangat mudah diterima oleh petani. Ini harus dipacu sejak sekarang agar mampu menopang peningkatan produksi pangan," imbuhnya.
Selain itu, kata dia, petani juga harus diberikan pengadaan bibit unggul serta diintruksikan untuk menggunakan pupuk organik agar menghasilkan kualitas beras unggul. Tidak seperti sekarang, kualitas hasil panen petani belum mampu bersaing dengan produksi beras provinsi lainnya.
Target Pemprov Sulbar, menjadi lumbung pangan nasional. Pemerintah mematok angka produksi padi pada 2014 sebesar satu juta ton lebih.
Terkait hal ini Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Sulbar, Muh. Abduh menuturkan bahwa pemerintah menyusun sejumlah program. Yakni percetakan sawah baru seluas 25 ribu hektar dengan dana sekitar Rp288 miliar, membangun irigasi teknis pada sejumlah areal pertanian padi yang belum memiliki irigasi sekitar 43.550 hektar dan menggunakan benih unggul bermutu dalam meningkatkan produksi padi.
"Sulbar masih akan menambah lahan persawahan baru seluas 62 ribu hektar," katanya.
"Ini barangkali yang menyebabkan terlalu banyak politik yang diurusi. Sebelum terlanjur parah, harus segera dicegah. Agar target surplus beras satu juta ton bisa tercapai. Memang semua ini sebagai resiko daerah berkembang, tapi tetap harus dikendalikan," katanya, Jumat (14/12/2012).
Disebutkan, pada tahun 2012 produksi padi di Sulbar mencapai 384.488 ton. Aladin yakin pada tahun 2013 akan meningkat menjadi 484.768 ton.
Menurutnya, target swasembada pangan hanya bisa tercapai dengan cepat melalui menerapkan teknologi pertanian bagi para petani yang ada di daerah ini. Dan intensifikasi untuk memacu peningkatan produksi beras dan jagung maupun tanaman pangan lainnya.
"Kegiatan intensifikasi dan teknologi pertanian sangat mudah diterima oleh petani. Ini harus dipacu sejak sekarang agar mampu menopang peningkatan produksi pangan," imbuhnya.
Selain itu, kata dia, petani juga harus diberikan pengadaan bibit unggul serta diintruksikan untuk menggunakan pupuk organik agar menghasilkan kualitas beras unggul. Tidak seperti sekarang, kualitas hasil panen petani belum mampu bersaing dengan produksi beras provinsi lainnya.
Target Pemprov Sulbar, menjadi lumbung pangan nasional. Pemerintah mematok angka produksi padi pada 2014 sebesar satu juta ton lebih.
Terkait hal ini Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Sulbar, Muh. Abduh menuturkan bahwa pemerintah menyusun sejumlah program. Yakni percetakan sawah baru seluas 25 ribu hektar dengan dana sekitar Rp288 miliar, membangun irigasi teknis pada sejumlah areal pertanian padi yang belum memiliki irigasi sekitar 43.550 hektar dan menggunakan benih unggul bermutu dalam meningkatkan produksi padi.
"Sulbar masih akan menambah lahan persawahan baru seluas 62 ribu hektar," katanya.
(gpr)
Lihat Juga :