Omzet pedagang bakso turun 50%
Minggu, 16 Desember 2012 - 13:35 WIB
Omzet pedagang bakso turun 50%
A
A
A
Sindonews.com - Asosiasi Pedagang Mie dan Bakso (Apmiso) mengemukakan, omzet penjualan bakso menurun hingga 50 persen akibat munculnya bakso oplosan yang mengandung daging babi.
"Jadi, akibat isu bakso babi ini, omzet kita drop. Kurang lebih 50 persen," tutur Ketua Umum Apmiso Trisetyo Budiman kepada Sindonews di Jakarta, Minggu (16/12/2012).
Menurut Budiman, pedagang bakso gerobakan merupakan pihak yang paling terpukul oleh isu bakso oplosan ini. "Terutama yang bakso dorong, yang gerobakan," ujar dia.
Sebelumnya, Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengungkapkan bahwa kurangnya pengawasan yang dilakukan olah Kementerian Pertanian (Kementan) di lapangan menyebabkan banyak beredarnya bakso oplosan.
"Pengawasan sebenarnya berada di Kementan tetapi kami di Kemendag memiliki tugas untuk melaksanakan perlidungan konsumen," terang Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Jumat (14/12/2012).
Menurut Bayu, munculnya bakso oplos ini didorong oleh mahalnya daging sapi yang diakibatkan oleh kesalahan kalkulasi kuota impor daging sapi dari Kementan.
"Jadi sebagaimana anda ketahui, harga daging sapi telah meningkat cukup tinggi dan tampaknya hal tersebut mendorong praktek-praktek yang tidak patut dan juga mlanggar UU," simpulnya.
"Jadi, akibat isu bakso babi ini, omzet kita drop. Kurang lebih 50 persen," tutur Ketua Umum Apmiso Trisetyo Budiman kepada Sindonews di Jakarta, Minggu (16/12/2012).
Menurut Budiman, pedagang bakso gerobakan merupakan pihak yang paling terpukul oleh isu bakso oplosan ini. "Terutama yang bakso dorong, yang gerobakan," ujar dia.
Sebelumnya, Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengungkapkan bahwa kurangnya pengawasan yang dilakukan olah Kementerian Pertanian (Kementan) di lapangan menyebabkan banyak beredarnya bakso oplosan.
"Pengawasan sebenarnya berada di Kementan tetapi kami di Kemendag memiliki tugas untuk melaksanakan perlidungan konsumen," terang Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Jumat (14/12/2012).
Menurut Bayu, munculnya bakso oplos ini didorong oleh mahalnya daging sapi yang diakibatkan oleh kesalahan kalkulasi kuota impor daging sapi dari Kementan.
"Jadi sebagaimana anda ketahui, harga daging sapi telah meningkat cukup tinggi dan tampaknya hal tersebut mendorong praktek-praktek yang tidak patut dan juga mlanggar UU," simpulnya.
(rna)
Lihat Juga :