2013, IHSG diprediksi di kisaran 4.750-5.050
Minggu, 16 Desember 2012 - 16:35 WIB
2013, IHSG diprediksi di kisaran 4.750-5.050
A
A
A
Sindonews.com - Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada tahun depan diprediksi memiliki potensi untuk bergerak pada kisaran 4.750-50.50.
Meski tahun depan, pasar akan dibayangi isu politik menjelang Pemiliahan Umum (pemilu) 2014, namun sejumlah faktor positif dari dalam maupun luar negeri akan memberi imbas baik terhadap pergerakan bursa domestik pada 2013.
Analis PT Infovesta Utama Edbert Suryajaya mengatakan, faktor global yang akan mempengaruhi gerak IHSG pada 2013, yakni adanya keyakinan terhadap pemulihan ekonomi global pada tahun depan menyusul dukungan stimulus, seperti suku bunga yang dipertahankan pada level rendah dan dampak positif dari program pelonggaran kuantitatif tahap III. Faktor ini diperkirakan akan mulai memberi imbas positif pada kuartal I/2013.
"Pemulihan ekonomi AS (Amerika Serikat) sedikit terhambat disebabkan potensi fiscal cliff (jurang fiskal) di AS, meski ada program stimulus QE tahap katiga," kata dia kepada Sindonews belum lama ini.
Faktor lainnya, meski disediakan cadangan dana talangan permanen European Stability Mechanism (ESM), namun diperkirakan masih ada potensi munculnya profil baru sejumlah negara bermasalah dengan utang di zona Uni Eropa. Sementara faktor positif dari domsetik, berupa proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun depan yang bisa bertahan di atas 6 persen, didukung sektor konsumsi dan investasi.
Disamping itu, masih adanya optimisme kalangan pelaku pasar terhadap prospek perekonomian Tanah Air, yang tercermin pada indeks keyakinan bisnis dan konsumen. Persepsi resiko investor asing terhadap pasar dalam negeri diperkirakan akan makin membaik seiring perkembangan infrastruktur.
Hal ini diharapkan akan semakin menarik minat investor asing sekaligus dapat menjaga aliran dana asing, yang masuk ke pasar modal domestik. "Selain itu, pertumbuhan kinerja emiten yang diperkirakan dapat semakin membaik pada tahun 2013," ujar Edbert.
Sementara pada akhir tahun ini, dia memprediksi, IHSG akan bergerak pada kisaran 4.350-4.400. Sedangkan pada perdagangan akhir pekan lalu, IHSG di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup terkoreksi 11,33 poin atau 0,26 persen menjadi ke level 4.308,86.
Meski tahun depan, pasar akan dibayangi isu politik menjelang Pemiliahan Umum (pemilu) 2014, namun sejumlah faktor positif dari dalam maupun luar negeri akan memberi imbas baik terhadap pergerakan bursa domestik pada 2013.
Analis PT Infovesta Utama Edbert Suryajaya mengatakan, faktor global yang akan mempengaruhi gerak IHSG pada 2013, yakni adanya keyakinan terhadap pemulihan ekonomi global pada tahun depan menyusul dukungan stimulus, seperti suku bunga yang dipertahankan pada level rendah dan dampak positif dari program pelonggaran kuantitatif tahap III. Faktor ini diperkirakan akan mulai memberi imbas positif pada kuartal I/2013.
"Pemulihan ekonomi AS (Amerika Serikat) sedikit terhambat disebabkan potensi fiscal cliff (jurang fiskal) di AS, meski ada program stimulus QE tahap katiga," kata dia kepada Sindonews belum lama ini.
Faktor lainnya, meski disediakan cadangan dana talangan permanen European Stability Mechanism (ESM), namun diperkirakan masih ada potensi munculnya profil baru sejumlah negara bermasalah dengan utang di zona Uni Eropa. Sementara faktor positif dari domsetik, berupa proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun depan yang bisa bertahan di atas 6 persen, didukung sektor konsumsi dan investasi.
Disamping itu, masih adanya optimisme kalangan pelaku pasar terhadap prospek perekonomian Tanah Air, yang tercermin pada indeks keyakinan bisnis dan konsumen. Persepsi resiko investor asing terhadap pasar dalam negeri diperkirakan akan makin membaik seiring perkembangan infrastruktur.
Hal ini diharapkan akan semakin menarik minat investor asing sekaligus dapat menjaga aliran dana asing, yang masuk ke pasar modal domestik. "Selain itu, pertumbuhan kinerja emiten yang diperkirakan dapat semakin membaik pada tahun 2013," ujar Edbert.
Sementara pada akhir tahun ini, dia memprediksi, IHSG akan bergerak pada kisaran 4.350-4.400. Sedangkan pada perdagangan akhir pekan lalu, IHSG di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup terkoreksi 11,33 poin atau 0,26 persen menjadi ke level 4.308,86.
(rna)
Lihat Juga :