Pengamat : RI masih butuh badan seperti BP Migas

Selasa, 18 Desember 2012 - 15:21 WIB
Pengamat : RI masih...
Pengamat : RI masih butuh badan seperti BP Migas
A A A
Sindonews.com - Pengamat hukum dari Universitas Indonesia (UI) Hikmahanto Juwana menilai, Indonesia sebenarnya masih membutuhkan badan semacam Badan Pengatur Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas). Seperti diketahui, BP Migas telah dibubarkan Mahkamah Konstitusi (MK) pada 13 November 2012 lalu.

"Ini bukan ganti baju BP Migas, tapi negara ini memang memerlukan lembaga atau entitas yang bisa mewakili negara," ujar Hikmahanto Juwana dalam Diskusi Publik di Universitas Trisakti, Jakarta, Selasa (18/12/2012).

Hikmahanto menjelaskan, badan yang serupa dengan BP Migas diperlukan untuk mewakili negara dalam membuat kontrak-kontrak pertambangan.

"Karena industri migas yang dianut rezim kontrak, maka sebaiknya bukan negara yang berkontrak dan negara harus diwakili oleh entitas yang berbentuk badan hukum," kata dia.

Bila tidak ada badan yang mewakili negara dalam pembuatan kontrak, lanjut dia, negara bisa dituntut oleh kontraktor migas bila terjadi sengketa. Artinya, negara bisa saja dipailitkan seperti halnya perusahaan dan mengalami kerugian yang luar biasa besar.

"Adanya BP Migas itu sebenarnya untuk jadi bumper bagi negara selama rezim kontrak," simpul Hikmahanto.

Sementara itu, saat ini tugas dan fungsi BP Migas untuk sementara dialihkan ke Satuan Kerja (SK) Migas, yang berada dibwah kendali Kementerian ESDM. Adapun Kepala SK Migas dijabat Menteri ESDM Jero Wacik.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Mantan Kepala BP Migas...
Mantan Kepala BP Migas Raden Priyono Dituntut 12 Tahun Penjara
Orang Kepercayaan Mantan...
Orang Kepercayaan Mantan Kepala BP Migas Divonis 4 Tahun Penjara
Badai PHK Guncang Industri...
Badai PHK Guncang Industri Migas, BP Pecat 7.700 Karyawan dan Kontraktor
Cari Cadangan Migas...
Cari Cadangan Migas di Kilang Tangguh Papua, BP Tambah Investasi Rp57,6 T
Lepas Saham di Rosneft...
Lepas Saham di Rosneft Saat Perang Ukraina Pecah, Raksasa Migas BP Kehilangan Rp38,8 Triliun
10 Produsen Migas Terbesar...
10 Produsen Migas Terbesar yang Berada di Indonesia
Berita Terkini
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Percepat Distribusi Pertalite 19 SPBU di Bogor
37 menit yang lalu
Rombak Aturan, Purbaya...
Rombak Aturan, Purbaya Bebaskan Bea Masuk Impor Senjata hingga Anjing Pelacak
56 menit yang lalu
Usai Hengkang dari OPEC,...
Usai Hengkang dari OPEC, Produksi Minyak UEA Cetak Rekor Tembus 4,1 Juta Barel per Hari
2 jam yang lalu
Sinergi BSI dan BPJS...
Sinergi BSI dan BPJS Ketenagakerjaan, Hadirkan KPR Syariah 30 Tahun untuk Jutaan Pekerja
10 jam yang lalu
Jetex dan Republik Manor...
Jetex dan Republik Manor Sinergi Kembangkan Layanan Aviasi Privat di Indonesia
11 jam yang lalu
Dampingi Presiden Resmikan...
Dampingi Presiden Resmikan Lima Bendungan, AHY: Perkuat Swasembada Pangan, Air dan Energi
11 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved