Waskita Karya resmi melantai di BEI
Rabu, 19 Desember 2012 - 09:43 WIB
Waskita Karya resmi melantai di BEI
A
A
A
Sindonews.com - PT Waskita Karya Tbk mengukuhkan komitmennya sebagai perusahaan publik setelah secara resmi melakukan pencatatan saham perdana (initial public offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari ini, Rabu (19/12/2012).
Tercatat dengan kode emiten WSKT, Perseroan melepas 3.082.315.000 (tiga miliar delapan puluh dua juta tiga ratus lima belas ribu) atau 32 persen dari modal ditempatkan dan disetor setelah penawaran umum, dengan harga Rp380 per lembar saham.
"Saham ini akan menjadi salah satu koleksi saham yang potensial yang dibuktikan dengan telah terjadinya oversubscribe atas saham ini," ujar Direktur Utama BEI, Ito Warsito dalam sambutannya pada prosesi tersebut.
Sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek, hadir Mandiri Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas dan PT Bahana Securities.
Sementara, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bidang infrastruktur ini akan menggunakan dana hasil IPO yang dialokasikan sebesar 60 persennya untuk modal kerja yang bersifat permanen, dan sisanya yang 40 persen akan digunakan untuk pengembangan usaha perseroan.
Aksi IPO dalam mendukung investasi perseroan sendiri telah melalui tahapan panjang dan didasarkan pada beberapa pertimbangan.
Antara lain, prospek usaha yang didukung oleh makroekonomi dan pertumbuhan pasar konstruksi, kemudian posisi Waskita (sebagai salah satu BUMN Kontruksi terbesar) yang menguntungkan dalam penggarapan potensi proyek pemerintah.
Tercatat dengan kode emiten WSKT, Perseroan melepas 3.082.315.000 (tiga miliar delapan puluh dua juta tiga ratus lima belas ribu) atau 32 persen dari modal ditempatkan dan disetor setelah penawaran umum, dengan harga Rp380 per lembar saham.
"Saham ini akan menjadi salah satu koleksi saham yang potensial yang dibuktikan dengan telah terjadinya oversubscribe atas saham ini," ujar Direktur Utama BEI, Ito Warsito dalam sambutannya pada prosesi tersebut.
Sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek, hadir Mandiri Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas dan PT Bahana Securities.
Sementara, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bidang infrastruktur ini akan menggunakan dana hasil IPO yang dialokasikan sebesar 60 persennya untuk modal kerja yang bersifat permanen, dan sisanya yang 40 persen akan digunakan untuk pengembangan usaha perseroan.
Aksi IPO dalam mendukung investasi perseroan sendiri telah melalui tahapan panjang dan didasarkan pada beberapa pertimbangan.
Antara lain, prospek usaha yang didukung oleh makroekonomi dan pertumbuhan pasar konstruksi, kemudian posisi Waskita (sebagai salah satu BUMN Kontruksi terbesar) yang menguntungkan dalam penggarapan potensi proyek pemerintah.
(gpr)
Lihat Juga :