Dana pensiun dan asuransi serap KIK EBA BTN
Rabu, 19 Desember 2012 - 17:27 WIB
Dana pensiun dan asuransi serap KIK EBA BTN
A
A
A
Sindonews.com - Guna mendukung aktivitas perseroan di sektor pembiayaan kredit pemilikan rumah (KPR), PT BTN Tbk (BBTN) menerbitkan Kontrak Investasi Kolektif-Efek Beragunan Aset (KIK EBA) senilai Rp1 triliun.
Wakil Direktur Utama BBTN Evi Firmansyah mengaku, penerbitan instrumen pendanaan mendapat respon yang sangat baik dari masyarakat. Terbukti dengan telah terpenuhinya target dana (fully subscribed) yang diperoleh dari penerbitan KIK EBA ini.
"Dari penerbitan ini, kami peroleh dana sebesar Rp1 triliun. Ini memang sudah fully subscribed," terang Evi di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (19/12/2012).
Lebih lanjut dia menjelaskan, terpenuhinya target dana Rp1 triliun tersebut tak lepas dari tingginya antusiasme masyarakat, yang didominasi oleh investor dana pensiun dan asuransi.
"Yang menyerap ini, mayoritas dari dana pensiun ada juga dari asuransi," sambung dia.
Dia menjelaskan, KIK EBA tersebut memiliki kupon 7,75 persen, dengan jangka waktu rata-rata lima tahun. Instrumen surat utang dengan nama EBA DBTN03, ini telah memperoleh pernyataan efektif dari Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) pada tanggal 5 Desember 2012.
Hadir sebagai arranger KIK EBA dan pendukung kredit adalah PT Sarana Multigriya Finansial. Sementara PT Danareksa Investment Management sebagai manajer investasi, PT Bank Mandiri selaku Bank Kustodian, serta joint lead underwriters dari Danareksa Securities, Victoria Securities Indonesia, Trimegah Securities dan Indo Premier Securities.
Sementara, diakui Direktur Keuangan BBTN Saut Pardede, dana hasil penerbitan KIK EBA tersebut akan digunakan kembali untuk pendanaan KPR. "Dana ini akan kita recycle menjadi KPR. Pendanaan KPR kita mayoritas di pembiayaan komersil yang harganya rata-rata Rp250-300 juta/unit," tandas dia.
Dalam kesempatan tersebut, Saut juga menerangkan, penerbitan KIK EBA merupakan tindak lajut dari transaksi sekuritas yang telah dilakukan Oleh Bank BTN sebelumnya. Produk ini diharapkan mampu memitigasi permasalahan maturity mismatch pembiyaan KPR yang ditangani perseroan pada umumnya.
"Jadi selain dana pihak ketiga (DPK), kita pakai instrumen ini untuk membiayai KPR kita. Tidak mungkin kan kita pinjam ke bank juga. Masa jeruk makan jeruk. Jadi, kita terbitkan ini untuk menggalang dana dari masyarakat," tutur dia.
Wakil Direktur Utama BBTN Evi Firmansyah mengaku, penerbitan instrumen pendanaan mendapat respon yang sangat baik dari masyarakat. Terbukti dengan telah terpenuhinya target dana (fully subscribed) yang diperoleh dari penerbitan KIK EBA ini.
"Dari penerbitan ini, kami peroleh dana sebesar Rp1 triliun. Ini memang sudah fully subscribed," terang Evi di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (19/12/2012).
Lebih lanjut dia menjelaskan, terpenuhinya target dana Rp1 triliun tersebut tak lepas dari tingginya antusiasme masyarakat, yang didominasi oleh investor dana pensiun dan asuransi.
"Yang menyerap ini, mayoritas dari dana pensiun ada juga dari asuransi," sambung dia.
Dia menjelaskan, KIK EBA tersebut memiliki kupon 7,75 persen, dengan jangka waktu rata-rata lima tahun. Instrumen surat utang dengan nama EBA DBTN03, ini telah memperoleh pernyataan efektif dari Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) pada tanggal 5 Desember 2012.
Hadir sebagai arranger KIK EBA dan pendukung kredit adalah PT Sarana Multigriya Finansial. Sementara PT Danareksa Investment Management sebagai manajer investasi, PT Bank Mandiri selaku Bank Kustodian, serta joint lead underwriters dari Danareksa Securities, Victoria Securities Indonesia, Trimegah Securities dan Indo Premier Securities.
Sementara, diakui Direktur Keuangan BBTN Saut Pardede, dana hasil penerbitan KIK EBA tersebut akan digunakan kembali untuk pendanaan KPR. "Dana ini akan kita recycle menjadi KPR. Pendanaan KPR kita mayoritas di pembiayaan komersil yang harganya rata-rata Rp250-300 juta/unit," tandas dia.
Dalam kesempatan tersebut, Saut juga menerangkan, penerbitan KIK EBA merupakan tindak lajut dari transaksi sekuritas yang telah dilakukan Oleh Bank BTN sebelumnya. Produk ini diharapkan mampu memitigasi permasalahan maturity mismatch pembiyaan KPR yang ditangani perseroan pada umumnya.
"Jadi selain dana pihak ketiga (DPK), kita pakai instrumen ini untuk membiayai KPR kita. Tidak mungkin kan kita pinjam ke bank juga. Masa jeruk makan jeruk. Jadi, kita terbitkan ini untuk menggalang dana dari masyarakat," tutur dia.
(rna)
Lihat Juga :