Apindo proyeksi di bawah 6%
Jum'at, 21 Desember 2012 - 16:28 WIB
Apindo proyeksi di bawah 6%
A
A
A
Sindonews.com - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) memproyeksikan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2013 tidak akam sampai 6 persen.
"Kita tidak percaya lagi ekonomi kita bisa tumbuh di atas 6 persen," ungkap Ketua Umum Apindo Sofjan Wanandi dalam konferensi pers Apindo di Permata Kuningan, Jakarta, Jumat (21/12/2012).
Menurutnya, situasi dunia usaha selama tiga bulan terakhir di Indonesia amat tidak kondusif akibat berbagai peristiwa, terutama konflik antara pengusaha dan buruh. "Sebenarnya kita sangat optimis sebelum tiga bulan ini ekonomi bisa tumbuh 6,5 persen. Kalau kita bisa tumbuh sama dengan 2012 saja itu sudah bagus," sambungnya.
Melihat kondisi ini, lanjut dia, target pertumbuhan ekonomi sebesar 6,5 persen yang ditetapkan pemerintah amat tidak masuk akal. "Realistis menurut kita tidak lebih dari 6,5 persen. Saya malah khawatir tumbuh hanya di bawah 6 persen," ucap Sofjan.
Pihaknya khawatir Indonesia akan bernasib seperti India yang mengalami kemerosotan ekonomi akibat kebijakan pemerintah yang tidak mendukung dunia usaha. "Kita melihat India tumbuh begitu tinggi tapi karena kesalahan-kesalahan dari pemerintah tumbuh tidak lebih dari 5 persen. Dan ini persis kita tiru," tutur dia.
"Kita tidak percaya lagi ekonomi kita bisa tumbuh di atas 6 persen," ungkap Ketua Umum Apindo Sofjan Wanandi dalam konferensi pers Apindo di Permata Kuningan, Jakarta, Jumat (21/12/2012).
Menurutnya, situasi dunia usaha selama tiga bulan terakhir di Indonesia amat tidak kondusif akibat berbagai peristiwa, terutama konflik antara pengusaha dan buruh. "Sebenarnya kita sangat optimis sebelum tiga bulan ini ekonomi bisa tumbuh 6,5 persen. Kalau kita bisa tumbuh sama dengan 2012 saja itu sudah bagus," sambungnya.
Melihat kondisi ini, lanjut dia, target pertumbuhan ekonomi sebesar 6,5 persen yang ditetapkan pemerintah amat tidak masuk akal. "Realistis menurut kita tidak lebih dari 6,5 persen. Saya malah khawatir tumbuh hanya di bawah 6 persen," ucap Sofjan.
Pihaknya khawatir Indonesia akan bernasib seperti India yang mengalami kemerosotan ekonomi akibat kebijakan pemerintah yang tidak mendukung dunia usaha. "Kita melihat India tumbuh begitu tinggi tapi karena kesalahan-kesalahan dari pemerintah tumbuh tidak lebih dari 5 persen. Dan ini persis kita tiru," tutur dia.
(rna)
Lihat Juga :