DPR desak PLN ganti BBM dengan geothermal
Sabtu, 22 Desember 2012 - 14:38 WIB
DPR desak PLN ganti BBM dengan geothermal
A
A
A
Sindonews.com - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mendesak PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk segera mengganti penggunaan bahan bakar minyak (BBM) dengan panas bumi (geothermal) sebagai sumber bahan bakar sejumlah pembangkit listrik.
Pasalnya, PLN masih kurang memanfaatkan sumber geothermal. Padahal, energi geothermal lebih efisien dibanding BBM.
"Kami mendorong penggunaan energi mix, seperti geothermal sebagai pengganti BBM untuk mengoptimalkan pembangkit listrik," kata Anggota Komisi VII DPR Satya Widya Yudha dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (22/12/2012).
Sementara itu, sebelumnya PLN menyatakan hanya menargetkan peningkatan penggunaan energi alternatif sebesar 5 persen hingga 2.020. Saat ini, baru sekitar 12 persen listrik PLN yang berasal dari energi alternatif, dan hanya 17 persen pada 8 tahun mendatang.
"Jadi, energi alternatif per tahun ini, 12 persen listrik PLN berasal dari panas bumi dan tenaga air. Ini akan meningkat pada tahun 2020 itu 17 persen," ungkap Direktur Utama PLN Nur Pamudji kemarin.
Pamudji menambahkan, biaya tenaga listrik dari panas bumi berkisar Rp800 per kwh. Adapun, tarif tenaga listrik yang dijual PLN kepada pelanggan adalah Rp740 per kwh. Artinya, PLN mengalami kerugian sebesar Rp60 per kwh dari listrik panas bumi.
"Geothermal itu tarifnya berkisar lebih dari 9 sen dolar, atau Rp800. Harga jual kita Rp740, kita kalau pakai geothermal itu rugi," jelas dia.
Pasalnya, PLN masih kurang memanfaatkan sumber geothermal. Padahal, energi geothermal lebih efisien dibanding BBM.
"Kami mendorong penggunaan energi mix, seperti geothermal sebagai pengganti BBM untuk mengoptimalkan pembangkit listrik," kata Anggota Komisi VII DPR Satya Widya Yudha dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (22/12/2012).
Sementara itu, sebelumnya PLN menyatakan hanya menargetkan peningkatan penggunaan energi alternatif sebesar 5 persen hingga 2.020. Saat ini, baru sekitar 12 persen listrik PLN yang berasal dari energi alternatif, dan hanya 17 persen pada 8 tahun mendatang.
"Jadi, energi alternatif per tahun ini, 12 persen listrik PLN berasal dari panas bumi dan tenaga air. Ini akan meningkat pada tahun 2020 itu 17 persen," ungkap Direktur Utama PLN Nur Pamudji kemarin.
Pamudji menambahkan, biaya tenaga listrik dari panas bumi berkisar Rp800 per kwh. Adapun, tarif tenaga listrik yang dijual PLN kepada pelanggan adalah Rp740 per kwh. Artinya, PLN mengalami kerugian sebesar Rp60 per kwh dari listrik panas bumi.
"Geothermal itu tarifnya berkisar lebih dari 9 sen dolar, atau Rp800. Harga jual kita Rp740, kita kalau pakai geothermal itu rugi," jelas dia.
(rna)
Lihat Juga :