BUMN yang gagal IPO tahun ini
Selasa, 25 Desember 2012 - 09:26 WIB
BUMN yang gagal IPO tahun ini
A
A
A
Sindonews.com - Sejak Dahlan Iskan, diangkat menjadi orang nomor satu di Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada 18 Oktober 2011, menggantikan Mustafa Abubakar yang harus lengser terkait reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid II, mantan bos PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) langsung memasang target tiga perusahaan pelat merah bisa melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun ini.
Jumlah itu belum termasuk anak perusahaan BUMN, yang diharapkan ada sekitar 2-3 anak perusahaan. Adapun, tiga BUMN yang awalnya ditargetkan bisa melepas sahamnya ke publik pada 2012, yakni PT Pegadaian, PT Semen Baturaja dan PT Waskita Karya.
Namun berdasarkan rapat pimpinan (rapim), yang digelar pada 10 Januari 2012, jumlah BUMN yang akan melakukan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) tersebut direvisi menjadi hanya dua BUMN, yakni PT Pegadaian dan PT Semen Baturaja. Walau pada akhirnya, hanya Waskita Karya yang lolos dan menjadi satu-satunya BUMN publik pada 19 Desember 2012. Emiten BUMN dengan kode WSKT ini melepas 3,08 miliar lembar saham dan berhasil mengumpulkan dana segar mencapai Rp1,17 triliun.
Padahal pada awal tahun lalu, Deputi Menteri BUMN Bidang Logistik dan Infrastruktur Sumaryanto Widayatin menuturkan, PT Waskita Karya belum bisa melantai di BEI pada tahun ini lantaran masih dalam restrukturisasi oleh PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA). Disamping itu, status Waskita yang merupakan anak perusahaaan PT PPA menjadi penyebab pemegang saham ragu bisa menjadikan Waskita sebagai emiten BUMN pada 2012.
Namun, ketika program restrukturisasi dan privatisasi disampaikan ke Kementerian Keuangan, justru PT Pegadaian yang tidak mendapat restu untuk melepas sebagian sahamnya ke publik. Alasannya, selain masih baru berganti status dari perum menjadi perseroan terbatas (PT), dikhawatirkan BUMN yang bergerak di jasa gadai ini akan berorientasi laba, jika menjadi perusahaan publik.
Selaku pemegang saham, Kementerian BUMN masih mengupayakan Pegadaian bisa maju menjadi perusahaan terbuka tahun ini, dengan meminta komitmen Pegadaian untuk tetap membantu segmen masyarakat menengah ke bawah. Pegadaian diminta tetap menjaga suku bunganya tidak tinggi. Merespon permintaan pemegang saham, perseroan pada 1 Maret menurunkan biaya administrasi dan pada 1 April 2012 menurunkan suku bunganya menjadi 1,2 persen per tahun agar bisa melangkah ke tahap IPO.
Sayangnya, harapan tersebut akhirnya pupus pada pertengahan tahun ini, Kementerian Keuangan untuk kali kedua menolak Pegadaian untuk IPO. Bendahara negara meminta Pegadaian memperkuat struktur perusahaan terlebih dahulu sebelum menggelar IPO. Hal ini terkait status Pegadaian dari perum menjadi PT baru efektif pada April 2012.
“Tahun ini, kami tidak jadi IPO. Kalau itu (IPO) terjadi tahun depan, ekspektasi saya dilakukan pada semester I/2013,” kata Direktur Keuangan PT Pegadaian Dwi Agus Pramudya.
Kendati tidak berhasil meng-IPO-kan Pegadaian tahun ini, Kementerian BUMN menyatakan akan kembali mengajukan Pegadaian dalam rencana privatisasi BUMN 2013. Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian BUMN berencana melepas saham perseroan maksimal 30 persen, dengan target dana sebanyak-banyaknya Rp6 triliun.
Jumlah itu belum termasuk anak perusahaan BUMN, yang diharapkan ada sekitar 2-3 anak perusahaan. Adapun, tiga BUMN yang awalnya ditargetkan bisa melepas sahamnya ke publik pada 2012, yakni PT Pegadaian, PT Semen Baturaja dan PT Waskita Karya.
Namun berdasarkan rapat pimpinan (rapim), yang digelar pada 10 Januari 2012, jumlah BUMN yang akan melakukan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) tersebut direvisi menjadi hanya dua BUMN, yakni PT Pegadaian dan PT Semen Baturaja. Walau pada akhirnya, hanya Waskita Karya yang lolos dan menjadi satu-satunya BUMN publik pada 19 Desember 2012. Emiten BUMN dengan kode WSKT ini melepas 3,08 miliar lembar saham dan berhasil mengumpulkan dana segar mencapai Rp1,17 triliun.
Padahal pada awal tahun lalu, Deputi Menteri BUMN Bidang Logistik dan Infrastruktur Sumaryanto Widayatin menuturkan, PT Waskita Karya belum bisa melantai di BEI pada tahun ini lantaran masih dalam restrukturisasi oleh PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA). Disamping itu, status Waskita yang merupakan anak perusahaaan PT PPA menjadi penyebab pemegang saham ragu bisa menjadikan Waskita sebagai emiten BUMN pada 2012.
Namun, ketika program restrukturisasi dan privatisasi disampaikan ke Kementerian Keuangan, justru PT Pegadaian yang tidak mendapat restu untuk melepas sebagian sahamnya ke publik. Alasannya, selain masih baru berganti status dari perum menjadi perseroan terbatas (PT), dikhawatirkan BUMN yang bergerak di jasa gadai ini akan berorientasi laba, jika menjadi perusahaan publik.
Selaku pemegang saham, Kementerian BUMN masih mengupayakan Pegadaian bisa maju menjadi perusahaan terbuka tahun ini, dengan meminta komitmen Pegadaian untuk tetap membantu segmen masyarakat menengah ke bawah. Pegadaian diminta tetap menjaga suku bunganya tidak tinggi. Merespon permintaan pemegang saham, perseroan pada 1 Maret menurunkan biaya administrasi dan pada 1 April 2012 menurunkan suku bunganya menjadi 1,2 persen per tahun agar bisa melangkah ke tahap IPO.
Sayangnya, harapan tersebut akhirnya pupus pada pertengahan tahun ini, Kementerian Keuangan untuk kali kedua menolak Pegadaian untuk IPO. Bendahara negara meminta Pegadaian memperkuat struktur perusahaan terlebih dahulu sebelum menggelar IPO. Hal ini terkait status Pegadaian dari perum menjadi PT baru efektif pada April 2012.
“Tahun ini, kami tidak jadi IPO. Kalau itu (IPO) terjadi tahun depan, ekspektasi saya dilakukan pada semester I/2013,” kata Direktur Keuangan PT Pegadaian Dwi Agus Pramudya.
Kendati tidak berhasil meng-IPO-kan Pegadaian tahun ini, Kementerian BUMN menyatakan akan kembali mengajukan Pegadaian dalam rencana privatisasi BUMN 2013. Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian BUMN berencana melepas saham perseroan maksimal 30 persen, dengan target dana sebanyak-banyaknya Rp6 triliun.
(gpr)
Lihat Juga :