Produksi migas 2012 penuhi 92% dari target
Kamis, 27 Desember 2012 - 11:01 WIB
Produksi migas 2012 penuhi 92% dari target
A
A
A
Sindonews.com - Penerimaan sub sektor migas terutama disumbang oleh produksi minyak mentah dan gas bumi. Pada 2012, perkiraan realisasi produksi minyak mentah sebesar 860 ribu barel per day (bpd) atau 92 persen dibanding target sebesar 930 bpd. Sedang proyeksi realisasi produksi gas bumi sebesar 8.196 MMSCFD atau 92 persen dari target.
Dilansir dari situs resmi ESDM, Kamis (27/12/2012), pada APBN-P 2012, proyeksi harga minyak mentah (ICP) sebesar 105 USD/barel. Dalam perkembangannya, harga minyak mengalami kenaikan yang cukup tinggi pada bulan Maret 2012 yang mencapai sebesar 128 USD/barel.
Namun pada bulan Juni turun menjadi sekitar 99,08 USD/barel. Sehingga harga rata-rata ICP selama Januari 2012 hingga 24 Desember 2012 sebesar 112,7 USD/barel. Pada tahun 2013 diproyeksikan sebesar 100 USD/barel.
Penyaluran BBM bersubsidi selama 2012 mencapai 45,27 juta KL, melebihi kuota APBN-P sebesar 40 juta KL. Peningkatan ini terutama disebabkan meningkatnya jumlah kendaraan bermotor akibat peningkatan pertumbuhan ekonomi.
Selama 2012 harga BBM tidak dinaikan karena sesuai APBN-P 2012 harga ICP selama 6 bulan terakhir 2012 tidak melampaui 15 persen dari asumsi dalam APBN-P sebesar 105 USD/barel.
Perkiraan realisasi penyaluran BBM bersubsidi yang melampaui target membuat realisasi subsidi energi juga melebihi target APBN-P 2012. Dari target subsidi BBM sebesar Rp137,4 triliun, perkiraan realisasi sebesar Rp216,8 triliun.
Jika ditambah dengan perkiraan realisasi subsidi listrik sebesar Rp93 triliun (target Rp65 triliun), maka perkiraan realisasi subsidi energy secara keseluruhan mencapai Rp309,8 triliun (137 persen dari target) atau sekitar 18 persen dari APBN-P 2012.
Dilansir dari situs resmi ESDM, Kamis (27/12/2012), pada APBN-P 2012, proyeksi harga minyak mentah (ICP) sebesar 105 USD/barel. Dalam perkembangannya, harga minyak mengalami kenaikan yang cukup tinggi pada bulan Maret 2012 yang mencapai sebesar 128 USD/barel.
Namun pada bulan Juni turun menjadi sekitar 99,08 USD/barel. Sehingga harga rata-rata ICP selama Januari 2012 hingga 24 Desember 2012 sebesar 112,7 USD/barel. Pada tahun 2013 diproyeksikan sebesar 100 USD/barel.
Penyaluran BBM bersubsidi selama 2012 mencapai 45,27 juta KL, melebihi kuota APBN-P sebesar 40 juta KL. Peningkatan ini terutama disebabkan meningkatnya jumlah kendaraan bermotor akibat peningkatan pertumbuhan ekonomi.
Selama 2012 harga BBM tidak dinaikan karena sesuai APBN-P 2012 harga ICP selama 6 bulan terakhir 2012 tidak melampaui 15 persen dari asumsi dalam APBN-P sebesar 105 USD/barel.
Perkiraan realisasi penyaluran BBM bersubsidi yang melampaui target membuat realisasi subsidi energi juga melebihi target APBN-P 2012. Dari target subsidi BBM sebesar Rp137,4 triliun, perkiraan realisasi sebesar Rp216,8 triliun.
Jika ditambah dengan perkiraan realisasi subsidi listrik sebesar Rp93 triliun (target Rp65 triliun), maka perkiraan realisasi subsidi energy secara keseluruhan mencapai Rp309,8 triliun (137 persen dari target) atau sekitar 18 persen dari APBN-P 2012.
(gpr)
Lihat Juga :