Kementerian BUMN akui laba PLN anjlok 60%
Jum'at, 28 Desember 2012 - 15:01 WIB
Kementerian BUMN akui laba PLN anjlok 60%
A
A
A
Sindonews.com - Dalam pemaparan kinerja tahun 2012, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengakui bahwa laba PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) hanya tercapai 23 persen dari yang ditargetkan. Bahkan, laba bersih PLN turun 59,64 persen dari tahun 2011.
Meski demikian, Kementerian BUMN mengklaim sumbangan deviden PLN masih besar. "PLN cukup besar devidennya terhadap negara. Dia memang anjloknya cukup besar sekali," ujar Sekretaris Kementerian BUMN Wahyu Hidayat di Kantornya, Jakarta, Jumat (28/12/2012).
Menurut dia, anjloknya laba PLN ini disebabkan oleh kesalahan perhitungan kurs dalam sistem akuntansi PLN. Padahal, banyak diantara pembelanjaan PLN menggunakan mata uang dolar Amerika Serikat (USD).
"PLN ini ada dua masalah yang agak besar. Pertama, penerapan sistem akuntansi. Sedangkan satu lagi tentang kurs laba karena sebagian pembelanjaannya dengan USD," jelas dia.
Sebagai informasi, tahun ini laba PLN diperkirakan hanya sebesar Rp2,9 triliun. Padahal, dalam RKAP 2012, PLN ditargetkan mendapatkan laba Rp12,5 triliun. Adapun, 2011 lalu PLN berhasil meraup laba Rp7,2 triliun.
Meski demikian, Kementerian BUMN mengklaim sumbangan deviden PLN masih besar. "PLN cukup besar devidennya terhadap negara. Dia memang anjloknya cukup besar sekali," ujar Sekretaris Kementerian BUMN Wahyu Hidayat di Kantornya, Jakarta, Jumat (28/12/2012).
Menurut dia, anjloknya laba PLN ini disebabkan oleh kesalahan perhitungan kurs dalam sistem akuntansi PLN. Padahal, banyak diantara pembelanjaan PLN menggunakan mata uang dolar Amerika Serikat (USD).
"PLN ini ada dua masalah yang agak besar. Pertama, penerapan sistem akuntansi. Sedangkan satu lagi tentang kurs laba karena sebagian pembelanjaannya dengan USD," jelas dia.
Sebagai informasi, tahun ini laba PLN diperkirakan hanya sebesar Rp2,9 triliun. Padahal, dalam RKAP 2012, PLN ditargetkan mendapatkan laba Rp12,5 triliun. Adapun, 2011 lalu PLN berhasil meraup laba Rp7,2 triliun.
(rna)
Lihat Juga :