2012, tujuh saham MNC Group kinclong

Minggu, 30 Desember 2012 - 16:01 WIB
2012, tujuh saham MNC...
2012, tujuh saham MNC Group kinclong
A A A
Sindonews.com - Tujuh saham emiten di bawah bendera MNC Group sepanjang tahun ini menunjukkan kinerja positif sejak awal tahun hingga akhir perdagangan 2012.

Harga saham PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP) tumbuh signifikan mencapai 191,07 persen. Pada awal tahun, harga saham perusahaan sektor jasa keuangan ini berada pada level Rp560 dan pada tutup tahun Jumat (28/12/2012), harga saham melonjak ke level 1.630 per lembar saham.

Sementara, saham PT Bhakti Investama Tbk (BHIT) berhasil tumbuh 83,05 persen sejak awal tahun dari Rp295 menjadi Rp540 per saham pada akhir perdagangan 2012. Tidak ketinggalan, harga saham PT Global Mediacom Tbk (BMTR), yang melonjak 142,42 persen menjadi Rp2.400 dari posisi awal tahun pada harga Rp990 per saham.

Saham MNC Group lainnya, PT Indonesia Air Transport Tbk (IATA) mengalami pertumbuhan sangat signifikan sebesar 290 persen menjadi Rp195 dari awal tahun senilai Rp50 per saham. Sedangkan, harga saham PT MNC Land Tbk (KPIG) naik 117,39 persen menjadi Rp1.500 dari Rp690 per saham pada perdagangan awal 2012.

Adapun, harga saham PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) positif 90,84 persen menjadi Rp2.500 dari harga awal tahun ini senilai Rp1.300 per saham. Bahkan, emiten MNC Group yang baru saja tercatat di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Juli 2012, yakni PT MNC Sky Vision Tbk (MSKY) berhasil mencatat pertumbuhan sebesar 57,89 persen. Pada 9 Juli 2012, saham MSKY dibuka pada harga Rp1.520 dan pada tutup tahun perdagangan 2012 berhasil meningkat menjadi Rp2.400 per saham.

Kinclongnya tujuh saham emiten MNC Group tersebut tidak terlepas dari positifnya kinerja sepanjang 2012. Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang mengatakan, positifnya seluruh saham emiten di bawah bendera MNC Group sepanjang tahun ini ditopang kinerja yang luar biasa dari emiten tersebut dan aksi korporasi yang sudah dan akan dilakukan perseroan.

"Harga saham mengikuti kinerja fundamental dan aksi korporasi, seperti akuisisi maupun ekspansi usaha baru," kata dia ketika dihubung Sindonews, Minggu (30/12/2012).

Selain kinerja fundamental emiten, Edwin menambahkan, prospek tujuh emiten MNC tersebut di masa mendatang juga mendorong naiknya harga saham perseroan. Disamping itu, pertumbuhan bisnis perusahaan, yang mengandalkan kas internal dibanding pinjaman diapresiasi kalangan pelaku pasar dengan melakukan pembelian saham emiten di bawah MNC Group. Hal ini menyebabkan harga saham tujuh emiten MNC Group melonjak di sepanjang 2012.

Dari sisi kinerja keuangan, emiten BCAP yang pada awal November 2012 baru saja berganti nama dari sebelumnya PT Bhakti Capital Indonesia Tbk (BCAP), pada akhir kuartal III tahun ini membukukan pendapatan Rp157,47 miliar atau naik 24,85 persen dari periode yang sama 2011 senilai Rp126,12 miliar, sedangkan laba bersih tercatat naik 30,19 persen menjadi Rp129,78 miliar dari periode sama 2011 senilai Rp99,68 miliar.

Sementara pendapatan BHIT sepanjang sembilan bulan tahun ini tercatat naik 23,2 persen menjadi Rp6,96 triliun dibanding periode yang sama tahun lalu Rp5,65 triliun, dengan laba bersih tercatat tumbuh 80,57 persen menjadi 510,8 miliar dibanding periode yang sama tahun lalu Rp282,89 miliar.

BMTR pada periode yang sama membukukan kenaikan pendapatan sebesar 21 persen menjadi Rp6,3 triliun dari Rp5,2 triliun dari kuartal III/2011, dengan laba bersih tumbuh 43 persen menjadi Rp881 miliar dari Rp617 miliar pada akhir September tahun lalu. Adapun, IATA akhir September tahun ini berhasil membukukan pendapatan usaha naik 27,73 persen menjadi Rp203,3 miliar dibanding periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp159,17 miliar.

Emiten MNC Group lainnya, KPIG pada kuartal III/2012 berhasil membukukan kenaikan laba bersih signifikan sebesar 209,7 persen menjadi Rp85,54 miliar dari Rp27,62 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Naiknya laba bersih tersebut seiring naiknya pendapatan usaha sebesar 26,24 persen menjadi Rp74,05 miliar dari Rp58,66 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Emiten media MNC Group, yakni MNCN mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 14,1 persen menjadi Rp4,46 triliun dari periode yang sama tahun lalu senilai Rp3,9 triliun. Naiknya pendapatan perseroan menyebabkan laba bersih yang dibukukan meningkat 41,38 persen menjadi Rp1,28 triliun dari posisi kuartal III tahun lalu senilai Rp902,56 miliar.

Sementara, MSKY sebagai emiten MNC Group termuda pada periode yang sama berhasil memcatat pertumbuhan pendapatan sekitar 38 persen menjadi Rp1,7 triliun dari Rp1,2 triliun pada kuartal III tahun lalu. Naiknya pendapatan perseroan ditopang kenaikan jumlah pelanggan sebesar 47 persen (year on year) untuk pelanggan aktif menjadi 1.569.412 dari 1.073.402, dengan penambahan pelanggan bersih sebesar 50.000.

Adapun aksi korporasi yang akan dilakukan emiten MNC Group, diantaranya pembangunan taman hiburan (theme park) sekelas Disneyland di Lido, Sukabumi, Jawa Barat pada 2013 mendatang. "Theme park ini akan menjadi kebanggaan nasional. Kami bicara dengan Universal Studio Singapura dan Disneyland, nanti akan terintegrasi," kata CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo.

Selain itu, IATA akan membangun jalan tol, setelah diselesaikannya transaksi akuisisi oleh BHIT terhadap empat tol milik PT Bakrieland Development Tbk (ELTY). Ruas tol tersebut, yakni Ciawi-Sukabumi, Kanji-Pejagan, Pejagan-Pemalang, serta Probolinggo-Pasuruan. Sementara BCAP berencana mengakuisisi salah satu bank guna melengkapi aktivitas usahanya di sektor keuangan. Sedangkan BHIT juga fokus mengembangkan usaha di sektor tambang dengan mengakuisisi tambang batu bara, minyak dan gas di Kalimantan Timur maupun Sumatera Selatan.

Dengan capaian kinerja dan aksi korporasi serta prospek perseroan yang positif pada tahun depan, Edwin memproyeksikan, kinerja saham maupun keuangan tujuh emiten MNC Group pada tahun depan akan kembali kinclong. "Dengan kinerja dan akuisisi serta outlook positif ini, maka emiten MNC Group masih sangat prospektif sekali dan pada 2013 mendatang tidak menutup kemungkinan bisa menyamai tahun ini," tandas Edwin.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Miliki Visi Sejalan,...
Miliki Visi Sejalan, Lippo Group Mantapkan Kerjasama dengan MNC Group
Rangkaian HUT ke-34...
Rangkaian HUT ke-34 MNC Group dengan Menggelar Penanaman 500 Bibit Pohon
Syukuran Perayaan HUT...
Syukuran Perayaan HUT MNC Group ke 34, Hary Tanoesoedibjo Ucap Harapannya
MNC Peduli dan Posyandu...
MNC Peduli dan Posyandu Melati 9 Laksanakan Pemeriksaan Gizi Rutin
Hari Terakhir MNC Tech...
Hari Terakhir MNC Tech Forum Bahas Kreator Hingga Literasi Digital
Pakar: Perlu Ada Aturan...
Pakar: Perlu Ada Aturan yang Lindungi Masyarakat di Platform Global
Berita Terkini
Bendungan Sidan dan...
Bendungan Sidan dan Keureuto Diresmikan, Brantas Abipraya Perkuat Ketahanan Air dan Pangan
5 jam yang lalu
Listrik Padam Berhari-hari,...
Listrik Padam Berhari-hari, Becak Tenaga Surya Jadi Penyelamat dari Krisis Energi
5 jam yang lalu
Next Step Bangun Jembatan...
Next Step Bangun Jembatan Dagang UMKM Indonesia ke China
6 jam yang lalu
Orang Super Kaya Indonesia...
Orang Super Kaya Indonesia Diramal Melonjak Tercepat di Dunia, tapi Kelas Menengah Menyusut
6 jam yang lalu
Dirut PTPN I Beberkan...
Dirut PTPN I Beberkan Lima Pilar Industri Perkebunan
7 jam yang lalu
rToken Bitget Catat...
rToken Bitget Catat AUM USD114 Juta, rSPCX Pimpin Minat Investor
7 jam yang lalu
Infografis
Donald Trump Minta 50%...
Donald Trump Minta 50% Saham TikTok untuk Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved