KDS Jakarta: Mentan mau bakso celeng?
Minggu, 30 Desember 2012 - 16:34 WIB
KDS Jakarta: Mentan mau bakso celeng?
A
A
A
Sindonews.com - Sikap Menteri Pertanian (Mentan), Suswono yang tidak mau menambah kuota impor daging sapi mendapat kecaman. Mentan meminta masyarakat mengkonsumsi substitusi daging sapi, seperti ikan, ayam, dan kelinci.
Komite Daging Sapi (KDS) Jakarta menilai, Suswono tidak mengerti kebutuhan masyarakat terhadap daging sapi. "Masak pejabat ngomong begitu? Beliau berarti tidak tahu daging sapi itu untuk apa. Tidak sesederhana itu," ujar Ketua Umum KDS Jakarta, Sarman Simanjorang saat diwawancara Sindonews di Jakarta, Minggu (30/12/2012).
Pernyataan Suswono, menurut Sarman, merupakan salah satu bukti ketidakmampuan menteri asal PKS tersebut dalam menyediakan kebutuhan rakyat. "Itu artinya dia tidak mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Jangan mengalihkan seperti itu dong," ketusnya.
Dalam banyak hal, lanjut Sarman, daging sapi tidak tergantikan. "Pak Suswono menginginkan bakso pakai (daging) celeng? Apa ada rendang ikan? Sop buntut kambing? Atau steak kuda?" tanya Sarman.
Diberitakan sebelumnya, Mentan meminta masyarakat mengkonsumsi substitusi daging sapi, seperti daging ayam, kambing, kelinci dan sebagainya, bila harga daging sapi masih tinggi hingga tahun depan.
"Masih ada pilihan-pilihan, apakah daging kambing, unggas, kelinci, macam-macam. Pilihannya banyak," ucap Suswono.
Kementan juga tidak mau menambah kuota impor daging sapi untuk 2013 sebesar 80 ribu ton. "Impor daging (tahun depan) kita harapkan 80 ribu ton," tegas Suswono.
Komite Daging Sapi (KDS) Jakarta menilai, Suswono tidak mengerti kebutuhan masyarakat terhadap daging sapi. "Masak pejabat ngomong begitu? Beliau berarti tidak tahu daging sapi itu untuk apa. Tidak sesederhana itu," ujar Ketua Umum KDS Jakarta, Sarman Simanjorang saat diwawancara Sindonews di Jakarta, Minggu (30/12/2012).
Pernyataan Suswono, menurut Sarman, merupakan salah satu bukti ketidakmampuan menteri asal PKS tersebut dalam menyediakan kebutuhan rakyat. "Itu artinya dia tidak mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Jangan mengalihkan seperti itu dong," ketusnya.
Dalam banyak hal, lanjut Sarman, daging sapi tidak tergantikan. "Pak Suswono menginginkan bakso pakai (daging) celeng? Apa ada rendang ikan? Sop buntut kambing? Atau steak kuda?" tanya Sarman.
Diberitakan sebelumnya, Mentan meminta masyarakat mengkonsumsi substitusi daging sapi, seperti daging ayam, kambing, kelinci dan sebagainya, bila harga daging sapi masih tinggi hingga tahun depan.
"Masih ada pilihan-pilihan, apakah daging kambing, unggas, kelinci, macam-macam. Pilihannya banyak," ucap Suswono.
Kementan juga tidak mau menambah kuota impor daging sapi untuk 2013 sebesar 80 ribu ton. "Impor daging (tahun depan) kita harapkan 80 ribu ton," tegas Suswono.
(dmd)