2013, saham MNCN prospektif

Selasa, 01 Januari 2013 - 16:16 WIB
2013, saham MNCN prospektif
2013, saham MNCN prospektif
A A A
Sindonews.com - Saham emiten sektor media di bawah bendera MNC Group, yakni PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) pada tahun ini diprediksi masih akan positif dan prospektif. Hal ini sejalan dengan positifnya kinerja emiten tersebut yang telah dibuktikan pada tahun lalu.

Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia Satrio Utomo mengatakan, industri media pada tahun ini masih bagus. Hal ini akan mempengaruhi kinerja emiten, yang bergerak d industri tersebut. Faktor penopang positifnya industri media pada 2013 berasal dari pendapatan iklan. Hal ini, menurut dia, yang akan memberi kontribusi signifikan terhadap emiten media.

"Pendapatan dari iklan ini menunjukkan ekonomi tumbuh pada tahun ini dan akan memberi kontribusi terhadap pendapatan media. Hal ini juga yang terjadi terhadap MNCN," kata dia kepada Sindonews, Senin (1/1/2013).

Lebih lanjut Satrio menjelaskan, tingkat kepercayaan investor terhadap saham emiten media milik MNC Group akan menyebabkan investor mengoleksi saham emiten tersebut, sehingga berpotensi mendongkrak harga sahamnya di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI). Dia memprediksi, harga saham MNCN berpotensi bertumbuh sepanjang 2013.

Sepanjang tahun lalu, harga saham MNCN berhasil meningkat 90,84 persen. Pada awal perdagangan 2012, harga saham MNCN dibuka pada harga Rp1.310 dan pada penutupan perdagangan akhir tahun lalu pada Jumat (28/12/2012), harga sahamnya melonjak menjadi Rp2.500 per lembar saham.

Kendati demikian, Satrio mengakui, persaingan industri media pada tahun ini akan semakin tinggi. Jika MNCN bisa mempertahankan kepercayan pelaku pasar terhadap sahammnya, maka diprediksi pada 2013, saham media MNC Group tersebut makin kinclong. "Jika MNCN bisa bergerak sesuai dengan pergerakan pasar akan bagus, tapi kalau tidak akan sebaliknya. Kita harap sahamnya sesuai dengan pergerakan pasar," ujarnya.

Pendapatan emiten media masih akan banyak dikontribusi dari iklan. Apalagi menjelang pemilihan umum (Pemilu) 2014, belanja iklan diprediksi akan naik signifikan. Kondisi ini akan memberi imbas positif terhadap industri media di Tanah Air, termasuk MNCN. Namun menurut dia, persaingan industri media ke depannya akan lebih ketat. Hal ini akan menjadi salah satu upaya yang harus disikapi oleh perusahaan media di Indonesia untuk meningkatkan performanya.

Sementara itu, MNCN pada kuartal III/2012 mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 14,1 persen menjadi Rp4,46 triliun dari periode yang sama tahun lalu senilai Rp3,9 triliun. Naiknya pendapatan perseroan menyebabkan laba bersih yang dibukukan meningkat 41,38 persen menjadi Rp1,28 triliun dari posisi kuartal III tahun lalu senilai Rp902,56 miliar.

Sepanjang sembilan bulan tahun lalu, pendapatan perseroan ditopang dari pendapatan iklan sebesar Rp3,94 triliun. Angka tersebut naik dibandingkan periode yang sama 2011 sebesar Rp3,24 triliun. Per September 2012, MNCN masih memimpin di industri televisi FTA dengan rata-rata pangsa pemirsa sebesar 40,5 persen. Adapun, RCTI menjadi televisi nomor satu dengan audience share rata-rata 19,6 persen dan MNC TV 15,5 persen.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Miliki Infrastruktur...
Miliki Infrastruktur Produksi Terbesar dan Masif, MNCN Melesat di Semester II/2020
Hary Tanoe: MNC Fokus...
Hary Tanoe: MNC Fokus Tingkatkan Pemasukan Iklan Tahun Ini
Perkuat Struktur Ekosistem...
Perkuat Struktur Ekosistem Digital, MNCN Rombak Komisaris dan Direksi Perseroan
Fantastis! Pangsa Pemirsa...
Fantastis! Pangsa Pemirsa Prime Time RCTI Lebih Unggul Dibandingkan Gabungan 6 TV Sekaligus
Laba MNCN Meningkat...
Laba MNCN Meningkat 6% Jadi Rp883 Miliar di Semester I-2024
MNCN Rampungkan RUPS...
MNCN Rampungkan RUPS Tahunan, Pemegang Saham Sepakat Perkuat Modal
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
20 menit yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
28 menit yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
45 menit yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
2 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
2 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
2 jam yang lalu
Infografis
Saham GOTO Malah Anjlok...
Saham GOTO Malah Anjlok setelah Diguyur TikTok Rp23 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved