Kemiskinan di Indonesia capai 28,59 juta orang
Rabu, 02 Januari 2013 - 14:15 WIB
Kemiskinan di Indonesia capai 28,59 juta orang
A
A
A
Sindonews.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk miskin di Indonesia pada September 2012 mencapai 28,59 juta orang atau 11,66 persen. Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk miskin pada Maret 2012, maka selama enam bulan tersebut terjadi penurunan jumlah penduduk miskin sebesar 0,54 juta orang.
"Berdasarkan daerah tempat tinggal, pada periode Maret 2012–September 2012, baik penduduk miskin di daerah perkotaan maupun perdesaan sama-sama mengalami penurunan, yaitu masing-masing turun sebesar 0,18 persen (0,14 juta orang) dan 0,42 persen (0,40 juta orang)," jelas Kepala BPS Suryamin di kantornya, Jakarta, Rabu (2/1/2013).
Beberapa faktor terkait dengan penurunan jumlah dan persentase penduduk miskin selama periode Maret 2012–September 2012 antara lain; Selama periode Maret 2012–September 2012 inflasi umum relatif rendah, yaitu sebesar 2,59 persen, penerima beras murah/raskin (dalam 3 bulan terakhir) pada 20 persen kelompok penduduk berpendapatan terendah meningkat dari sekitar 18,5 persen pada Maret 2012 menjadi sekitar 20,1 persen pada September 2012.
Kemudian, upah harian (nominal) buruh tani dan buruh bangunan meningkat selama periode Maret 2012 dan September 2012, yaitu masing-masing sebesar 1,29 persen dan 2,96 persen, secara nasional, rata-rata harga beras relatif stabil, tercatat pada Maret 2012 sebesar Rp10.406 per kg dan pada September 2012 sebesar Rp10.414 per kg.
Selain itu, lanjut Suryamin, perekonomian Indonesia triwulan III-2012 tumbuh sebesar 6,12 persen terhadap triwulan-I 2012, apabila dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun 2011 (yoy) pertumbuhan ekonomi triwulan III-2012 ini tumbuh sebesar 6,17 persen.
"Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Indonesia pada Agustus 2012 mencapai 6,14 persen, mengalami penurunan dibandingkan keadaaan pada Februari 2012 yang sebesar 6,32 persen," tutup Suryamin.
"Berdasarkan daerah tempat tinggal, pada periode Maret 2012–September 2012, baik penduduk miskin di daerah perkotaan maupun perdesaan sama-sama mengalami penurunan, yaitu masing-masing turun sebesar 0,18 persen (0,14 juta orang) dan 0,42 persen (0,40 juta orang)," jelas Kepala BPS Suryamin di kantornya, Jakarta, Rabu (2/1/2013).
Beberapa faktor terkait dengan penurunan jumlah dan persentase penduduk miskin selama periode Maret 2012–September 2012 antara lain; Selama periode Maret 2012–September 2012 inflasi umum relatif rendah, yaitu sebesar 2,59 persen, penerima beras murah/raskin (dalam 3 bulan terakhir) pada 20 persen kelompok penduduk berpendapatan terendah meningkat dari sekitar 18,5 persen pada Maret 2012 menjadi sekitar 20,1 persen pada September 2012.
Kemudian, upah harian (nominal) buruh tani dan buruh bangunan meningkat selama periode Maret 2012 dan September 2012, yaitu masing-masing sebesar 1,29 persen dan 2,96 persen, secara nasional, rata-rata harga beras relatif stabil, tercatat pada Maret 2012 sebesar Rp10.406 per kg dan pada September 2012 sebesar Rp10.414 per kg.
Selain itu, lanjut Suryamin, perekonomian Indonesia triwulan III-2012 tumbuh sebesar 6,12 persen terhadap triwulan-I 2012, apabila dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun 2011 (yoy) pertumbuhan ekonomi triwulan III-2012 ini tumbuh sebesar 6,17 persen.
"Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Indonesia pada Agustus 2012 mencapai 6,14 persen, mengalami penurunan dibandingkan keadaaan pada Februari 2012 yang sebesar 6,32 persen," tutup Suryamin.
(gpr)
Lihat Juga :