Jam perdagangan baru masih temui kendala

Rabu, 02 Januari 2013 - 18:29 WIB
Jam perdagangan baru...
Jam perdagangan baru masih temui kendala
A A A
Sindonews.com - Jam perdagangan bursa efek yang diperbaharui ternyata tidak langsung berdampak positif seperti yang diharapkan. Beberapa kesalahan tetap mewarnai perdagangan pertama dengan jam perdagangan yang baru.

Salah satunya seperti yang diungkapkan oleh analis pasar modal dari PT Trust Securities, Reza Priyambada yang menegaskan jika dampak perubahan jam perdagangan yang baru tidak mempunyai urgensi.

Dia mengatakan pada hari pertama ini terbukti tidak ada kenaikan volume dan nilai transaksi perdagangan walaupun indeks ditutup menguat 29,8 poin dengan ditutup pada level 4.346,48. Namun data volume perdagangan hari ini menurun dari 7,7 miliar lembar saham pada akhir tahun kemarin menjadi 3,73 miliar lembar saham pada hari ini.

Tidak hanya itu, data nilai transaksi hari ini juga hanya mencapai Rp4,7 triliun yang menurun dari Rp5,6 triliun di perdagangan akhir tahun lalu. "Terbukti perubahan jam perdagangan tidak akan membawa dampak signifikan kepada likuiditas pasar," ujarnya, Rabu (2/1/2013).

Reza juga mengatakan, di hari pertama pelaku pasar mengeluhkan terjadi kebingungan dalam perdagangan hari ini. Kebingungan ini muncul pada masa preclosing, ketika pergerakan nilai saham di running trade berhenti pada pukul 15.50 WIB.

Kondisi ini sempat membingungkan para pelaku pasar yang masih ingin melakukan input harga karena ada jeda 10 menit sebelum bergerak lagi pada pukul 16.15 WIB. Pelaku pasar bingung dalam menggunakan harga di level yang mana.

Menurut para petugas di kantornya, error tersebut juga terjadi pada saat simulasi kemarin. "Error masih terjadi pada masa preclosing," ujarnya.

Dia juga menegaskan jika dampak penambahan jam perdagangan tidak akan berdampak signifikan pada likuiditas saham. Hal ini disebabkan kita masih tergantung pada sentimen pasar sebagai penentu pergerakan pasar. Sedangkan tujuan untuk tidak menjadi follower masih harus dipertanyakan karena investor asing mendominasi perdagangan. "Kita akan tetap menjadi follower selama investor asing masih mendominasi perdagangan," ujarnya.

Sedangkan analis pasar modal dari PT Recapital Securities, Pardomuan Sihombing mengatakan bursa masih harus melakukan sosialisasi jam perdagangan yang baru. Hal ini supaya para pelaku pasar bisa lebih menyesuaikan diri dengan jam yang baru ini, atau melakukan adjustment masing-masingnya. "Pelaku pasar masih harus melakukan adjustment dengan jam yang lebih awal," ujarnya.

Namun dia sepakat jika jam perdagangan baru ini tidak memiliki urgensi dalam menambah tingkat likuiditas pasar. Sisi positif yang bisa dilihat dari perubahan ini ialah kita bisa menyesuaikan jam perdagangan dengan bursa regional sehingga bisa semakin siap dalam penyatuan bursa regional. "Perubahan ini juga harus diapresiasi sebagai kesiapan kita menuju integrasi bursa di regional," ujarnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BEI Tutup Kode Domisili...
BEI Tutup Kode Domisili Investor, Intip Penjelasannya!
Daftar 10 Emiten Ini...
Daftar 10 Emiten Ini Disuspensi BEI selama 1 Tahun
Grand Launching ASEAN...
Grand Launching ASEAN Investment Challenge 2023
Besok 5 Perusahaan Ini...
Besok 5 Perusahaan Ini Berebutan Cari Duit di Pasar Modal
Rapor Bursa Sepekan,...
Rapor Bursa Sepekan, Kapitalisasi Pasar Naik Jadi Rp9.563 Triliun
Melantai Perdana di...
Melantai Perdana di Bursa, Saham PT Segar Kumala Indonesia Melonjak 24,74 Persen
Berita Terkini
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
47 menit yang lalu
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
9 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
10 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
10 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
10 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
10 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved