ESDM desak Kemenkeu naikkan harga BBM
Kamis, 03 Januari 2013 - 17:24 WIB
ESDM desak Kemenkeu naikkan harga BBM
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Menteri ESDM Rudi Rubiandini meminta Kementerian Keuangan (Kemenkeu) fokus dan concern dalam mendiskusikan penetepan kenaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi di tahun ini, seiring tingginya harga minyak mentah nasional (Indonesia Crude Price/ICP).
"Mudah-mudahan lah usulan kenaikan ini bisa dilakukan. Saya yakin Kemenkeu concern juga kok terhadap hal tersebut," tutur Rudi Rubiandini di Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (3/1/2013).
Hingga saat ini, ujar Rudi, ICP sudah mencapai USD109-110 dengan total alokasi BBM subsidi sebesar Rp300 triliun dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2013.
Dengan kondisi ICP yang masih berfluktuatif, lanjutnya, maka beban subsidi berpotensi membengkak. Pasalnya, patokan ICP alokasi BBM subsidi 2013 hanya sebesar USD100. Artinya, ada selisih sekitar USD10 atau ekuivalen sebesar Rp20 triliun.
"Jadi ada perbedaan USD10 dollar dari patokan di APBN 2013. Jadi ada ekuivalen sebesar Rp20 triliun atau total Rp320 triliun hanya untuk subsidi BBM," katanya.
Sebelumnya, Rudi menyampaikan usulan kenaikkan harga BBM subsidi jenis premium dan solar menjadi Rp6.800. "Jadi nanti bertahap dari Rp500 kemudian harga 'cucok'-nya ya sekitar Rp6.800," tukas dia.
"Mudah-mudahan lah usulan kenaikan ini bisa dilakukan. Saya yakin Kemenkeu concern juga kok terhadap hal tersebut," tutur Rudi Rubiandini di Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (3/1/2013).
Hingga saat ini, ujar Rudi, ICP sudah mencapai USD109-110 dengan total alokasi BBM subsidi sebesar Rp300 triliun dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2013.
Dengan kondisi ICP yang masih berfluktuatif, lanjutnya, maka beban subsidi berpotensi membengkak. Pasalnya, patokan ICP alokasi BBM subsidi 2013 hanya sebesar USD100. Artinya, ada selisih sekitar USD10 atau ekuivalen sebesar Rp20 triliun.
"Jadi ada perbedaan USD10 dollar dari patokan di APBN 2013. Jadi ada ekuivalen sebesar Rp20 triliun atau total Rp320 triliun hanya untuk subsidi BBM," katanya.
Sebelumnya, Rudi menyampaikan usulan kenaikkan harga BBM subsidi jenis premium dan solar menjadi Rp6.800. "Jadi nanti bertahap dari Rp500 kemudian harga 'cucok'-nya ya sekitar Rp6.800," tukas dia.
(gpr)
Lihat Juga :