Biaya bangun perlintasan tak sebidang diestimasi Rp6 T
Minggu, 06 Januari 2013 - 12:28 WIB
Biaya bangun perlintasan tak sebidang diestimasi Rp6 T
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno menilai pemerintah provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk mengoptimalkan pembangunan transportasi massa kereta rel listrik (KRL) dibanding membangun mass rapid transit (MRT) lantaran biayanya dinilai lebih murah.
Menurut Djoko, salah satu langkah untuk mengoptimalkan transportasi KRL dengan cara menutup semua perlintasan sebidang dengan jalan raya dan menggantinya dengan underpass atau flyover. Pasalnya, kelemahan transportasi kereta di Tanah Air dibanding negara lainnya, terletak di perlintasannya yang masih sebidang dengan jalan raya.
"Memang harus diakui masih kalah dengan MRT di negara lain yang tak ada perlintasan sebidang," kata Djoko kepada Sindonews, Minggu (6/1/2013).
Dia mencatat, setidaknya terdapat 24 perlintasan sebidang dengan jalan raya. Djoko menghitung, jika Pemprov DKI memilih mengoptimalkan pembangunan infrastruktur KRL yang saat ini sudah ada, dengan cara membangun perlintasan tak sebidang, maka hanya dibutuhkan dana sekitar Rp6 triliun.
"Cukup sekitar Rp6 triliun membangun perlintasan tak sebidang tersebut," ujarnya.
Jika dibanding investasi untuk membangun MRT, angka investasi pembangunan perlintasan kereta tak sebidang jauh lebih murah. Sebelumnya untuk MRT, dengan membangun jalur perlintasan sepanjang 21,7 kilometer (km) dan jarak antara stasiun sekitar 1 km, maka estimasi biaya yang dibutuhkan mencapai USD98 juta atau setara Rp947,17 miliar per km. Jika perlintasan yang dibangun mencapai 21,7 km, maka total investasi mencapai Rp20,55 triliun.
Menurut Djoko, salah satu langkah untuk mengoptimalkan transportasi KRL dengan cara menutup semua perlintasan sebidang dengan jalan raya dan menggantinya dengan underpass atau flyover. Pasalnya, kelemahan transportasi kereta di Tanah Air dibanding negara lainnya, terletak di perlintasannya yang masih sebidang dengan jalan raya.
"Memang harus diakui masih kalah dengan MRT di negara lain yang tak ada perlintasan sebidang," kata Djoko kepada Sindonews, Minggu (6/1/2013).
Dia mencatat, setidaknya terdapat 24 perlintasan sebidang dengan jalan raya. Djoko menghitung, jika Pemprov DKI memilih mengoptimalkan pembangunan infrastruktur KRL yang saat ini sudah ada, dengan cara membangun perlintasan tak sebidang, maka hanya dibutuhkan dana sekitar Rp6 triliun.
"Cukup sekitar Rp6 triliun membangun perlintasan tak sebidang tersebut," ujarnya.
Jika dibanding investasi untuk membangun MRT, angka investasi pembangunan perlintasan kereta tak sebidang jauh lebih murah. Sebelumnya untuk MRT, dengan membangun jalur perlintasan sepanjang 21,7 kilometer (km) dan jarak antara stasiun sekitar 1 km, maka estimasi biaya yang dibutuhkan mencapai USD98 juta atau setara Rp947,17 miliar per km. Jika perlintasan yang dibangun mencapai 21,7 km, maka total investasi mencapai Rp20,55 triliun.
(rna)
Lihat Juga :