2012, reksa dana saham catat return 10%
Minggu, 06 Januari 2013 - 14:12 WIB
2012, reksa dana saham catat return 10%
A
A
A
Sindonews.com - Kinerja rata-rata reksa dana saham dari sisi imbal hasil (return) sepanjang 2012 mengalami pertumbuhan sangat positif jika dibanding dengan kinerja pada tahun sebelumnya. Pada akhir tahun lalu, kinerja reksa dana mencatat return mencapai 10,06 persen.
Berdasarkan data PT Infovesta Utama, kinerja rata-rata reksa dana saham sepanjang tahun lalu tercatat sebesar 10,06 persen. Angka ini naik signifikan dibanding tahun sebelumnya, yang tercatat minus 0,25 persen. Positifnya kinerja reksa dana saham seiring dengan kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG) sepanjang 2011.
Adapun kinerja rata-rata IHSG pada tahun lalu tercatat 12,94 persen. Jika dibanding tahun 2011, IHSG pada dua tahun lalu membukukan kinerja yang rendah, yakni hanya 3,2 persen.
"Dengan kinerja IHSG yang positif, kinerja reksa dana saham dan pendapatan tetap lebih baik dibanding campuran," kata analis riset PT Infovesta Utama Praska Putrantyo kepada Sindonews belum lama ini.
Sementara itu, kinerja reksa dana campuran pada tahun lalu tercatat 7,59 persen dan reksa dana pendapatan tetap berada sedikit diatasnya, mencapai 7,72 persen. Jika dibanding tahun 2011, kinerja rata-rata reksa dana campuran masih lebih rendah dibanding tahun ini. Pada tahun 2011, kinerja reksa dana campuran tercatat 2,57 persen..
Namun, untuk kinerja reksa dana pendapatan tetap pada 2011 mengalami pertumbuhan signifikan dibanding 2012. Pada tahun tersebut, kinerja reksa dana pendapatan tetap tertinggi dibanding reksa dana jenis lainnya, yang berhasil mencatat kinerja rata-rata mencapai 12,32 persen. Positifnya kinerja reksa dana pendapatan pada 2011 seiring positifnya kinerja indeks obligasi pada saat itu.
"Kinerja reksa dana saham tentunya terbawa solidnya kinerja IHSG. Begitu juga dengan kinerja pendaptan tetap yang terbawa solidnya kinerja indeks obligasi pemerintah dan korporasi," ujarnya.
Dia menjelaskan, sejumlah sentimen positif yang mempengaruhi kinerja bursa saham dan obligasi menjadi penopang utama positifnya kinerja IHSG dan obligasipada tahun lalu.
Sentimen positif dari domestik, berupa kondisi makroekonomi dalam negeri yang cukup baik dengan inflasi yang relatif terjaga, kebijakan suku bunga rendah, menurunnya persepsi resiko investor asing terhadap surat utang pemerintah Indonesia, hingga momentum publikasi laporan keuangan dari emiten-emiten saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Sementara faktor positif dari luar negeri, seperti persetujuan pemberian dana talangan (bailout) bagi Yunani yang terancam bangkrut, kesepakatan program pembelian obligasi oleh bank sentral Eropa (ECB), kesepakatan jurang fiskal (fiscal cliff) hingga disetujuinya program pelonggaran kuantitatif (quantitative easing/QE) tahap III oleh The Fed yang sudah dinantikan pasar.
Berdasarkan data PT Infovesta Utama, kinerja rata-rata reksa dana saham sepanjang tahun lalu tercatat sebesar 10,06 persen. Angka ini naik signifikan dibanding tahun sebelumnya, yang tercatat minus 0,25 persen. Positifnya kinerja reksa dana saham seiring dengan kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG) sepanjang 2011.
Adapun kinerja rata-rata IHSG pada tahun lalu tercatat 12,94 persen. Jika dibanding tahun 2011, IHSG pada dua tahun lalu membukukan kinerja yang rendah, yakni hanya 3,2 persen.
"Dengan kinerja IHSG yang positif, kinerja reksa dana saham dan pendapatan tetap lebih baik dibanding campuran," kata analis riset PT Infovesta Utama Praska Putrantyo kepada Sindonews belum lama ini.
Sementara itu, kinerja reksa dana campuran pada tahun lalu tercatat 7,59 persen dan reksa dana pendapatan tetap berada sedikit diatasnya, mencapai 7,72 persen. Jika dibanding tahun 2011, kinerja rata-rata reksa dana campuran masih lebih rendah dibanding tahun ini. Pada tahun 2011, kinerja reksa dana campuran tercatat 2,57 persen..
Namun, untuk kinerja reksa dana pendapatan tetap pada 2011 mengalami pertumbuhan signifikan dibanding 2012. Pada tahun tersebut, kinerja reksa dana pendapatan tetap tertinggi dibanding reksa dana jenis lainnya, yang berhasil mencatat kinerja rata-rata mencapai 12,32 persen. Positifnya kinerja reksa dana pendapatan pada 2011 seiring positifnya kinerja indeks obligasi pada saat itu.
"Kinerja reksa dana saham tentunya terbawa solidnya kinerja IHSG. Begitu juga dengan kinerja pendaptan tetap yang terbawa solidnya kinerja indeks obligasi pemerintah dan korporasi," ujarnya.
Dia menjelaskan, sejumlah sentimen positif yang mempengaruhi kinerja bursa saham dan obligasi menjadi penopang utama positifnya kinerja IHSG dan obligasipada tahun lalu.
Sentimen positif dari domestik, berupa kondisi makroekonomi dalam negeri yang cukup baik dengan inflasi yang relatif terjaga, kebijakan suku bunga rendah, menurunnya persepsi resiko investor asing terhadap surat utang pemerintah Indonesia, hingga momentum publikasi laporan keuangan dari emiten-emiten saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Sementara faktor positif dari luar negeri, seperti persetujuan pemberian dana talangan (bailout) bagi Yunani yang terancam bangkrut, kesepakatan program pembelian obligasi oleh bank sentral Eropa (ECB), kesepakatan jurang fiskal (fiscal cliff) hingga disetujuinya program pelonggaran kuantitatif (quantitative easing/QE) tahap III oleh The Fed yang sudah dinantikan pasar.
(rna)
Lihat Juga :