Beras dan UMP, ancaman inflasi 2013

Minggu, 06 Januari 2013 - 19:20 WIB
Beras dan UMP, ancaman...
Beras dan UMP, ancaman inflasi 2013
A A A
Sindonews.com - Volatilitas harga beras serta kenaikan upah minimum provinsi (UMP) menjadi ancaman terbesar dalam pergerakan inflasi tahun ini.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Bambang Brodjonegoro memperkirakan, harga komoditas beras akan menjadi kunci dari pergerakan inflasi tahun ini. Karena itulah, volatilitas harga beras harus dijaga agar kenaikannya tidak signifikan.

Bambang menambahkan untuk menjaga harga beras, pemerintah harus bisa mengendalikan harga beras, terutama di Jakarta. Ini mengingat Jakarta menjadi pusat distribusi nasional serta barometer harga.

“Kunci inflasi di Indonesia, kalau saya perhatikan itu adalah harga beras di Jakarta harus dijaga. Itu akan sangat berpengaruh. (Kalau Jakarta) artinya kita bicara distribusi nasional sebenarnya,” ucap Bambang, di kantornya, belum lama ini.

Bambang memperkirakan komoditas lain relatife tidak akan berdampak sebesar beras jika pasokannya dijaga. Selama tidak ada gejolak yang berarti, kenaikan harga komoditas lain hanya berpengaruh kecil terhadap laju inflasi.

“Kalau yang lain-lain, selama tidak ada gejolak pasokan, pasokan terjaga sehingga kalaupun ada lonjakan masih dalam tingkat yang wajar. Saya pikir itu tidak berpengaruh,” imbuhnya.

Di luar beras, komponen lain yang diperkirakan bakal berdampak besar terhadap laju inflasi tahun ini adalah kenaikan UMP. Terlebih, kenaikan UMP untuk DKI Jakarta terbilang tinggi yakni sekitar 43,87 persen dari Rp1,53 juta menjadi Rp2,21 juta.

“Kita malah concern inflasi itu pengaruh UMP meskipun kita mengambil patokan kenaikannya 40-50 persen,” tandasnya.

Bambang menambahkan kenaikan UMP bakal berkontrubisi sebesar 0,2-0,3 persen. Namun, kenaikan UMP juga akan memberi dampak positif lainnya. “Kira-kira pengaruh inflasinya 0,2-0,3 persen, tapi pertumbuhan juga nambah karena daya beli naik,” ucapnya.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin sebelumnya juga mengingatkan akan ancaman volatilitas harga beras terhadap pergerakan inflasi tahun 2013. Terlebih, beras terbukti menjadi komoditas yang paling berkontribusi besar terhadap laju inflasi 2012.

Selama 2012, andil inflasi beras mencapai 0,3 persen disusul dengan ikan segar (0,22 persen), emas perhiasan (0,2 persen), rokok kretek filter (0,19 persen) serta tarif angkutan udara (0,19 persen).
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Terima Data Inflasi...
Terima Data Inflasi 2,84% dan Pertumbuhan Ekonomi 5,11%, Jokowi: Segar kalau Seperti Ini
Inflasi Bulan Maret...
Inflasi Bulan Maret 2025 Mencapai 1,65 Persen
Badan Pusat Statistik...
Badan Pusat Statistik : Inflasi 2021 Capai 1,87 Persen
Inflasi Mei Diperkirakan...
Inflasi Mei Diperkirakan Mencapai 0,31 Persen
Prediksi Inflasi September...
Prediksi Inflasi September 2022 Efek Kenaikan Harga BBM
Angka Inflasi Jawa Barat...
Angka Inflasi Jawa Barat Tertinggi
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
6 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
6 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
6 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
7 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
7 jam yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
7 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved