Fuad: Pajak baru tidak membebani UKM

Senin, 07 Januari 2013 - 17:18 WIB
Fuad: Pajak baru tidak...
Fuad: Pajak baru tidak membebani UKM
A A A
Sindonews.com - Direktorat Jenderal Pajak mengklaim, aturan pajak sebesar 1 persen dari omzet usaha kecil dan menengah (UKM) tidak akan menambah beban UKM. Justru lebih ringan dan mudah.

Direktur Jenderal Pajak Fuad Rahmany mengatakan, sejak lama UKM sudah dikenakan pajak, yakni pajak penghasilan (Pph) yang dihitung berdasarkan laba. Melalui aturan baru ini, UKM tidak perlu melakukan pembukuan untuk menghitung secara persis labanya. Namun, hanya menghitung besaran omzet.

"Dari dulu juga kena (pajak), justru sekarang pajaknya lebih kecil. Dulu harus hitung laba dulu baru kena PPh, kan jadi repot, itu enggak bisa ngitung. Ya, sudah sekarang omzet saja," katanya di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (7/1/2013).

Meski demikian, Fuad mengakui pemerintah akan kesulitan memastikan kebenaran jumlah omzet usaha yang dilaporkan para wajib pajak UKM. Dia berjanji akan menindak tegas para wajib pajak UKM yang terbukti melakukan kebohongan.

"Pajak kan memang begitu, percaya dulu. Tapi, nanti kita lakukan pengujian setelah dia bayar. Kalau bohong kita denda," ujarnya.

Menurut Fuad, perkiraan jumlah penerimaan pajak omzet UKM belum bisa diungkapkan. "Saya belum bisa hitung potensinya," ucapnya.

Saat ini, lanjut Fuad, penerimaan pajak dari para pelaku UKM tidak sampai 3 persen dari total jumlah penerimaan pajak. "Sekarang enggak sampai 3 persen pajak kita yang dari UKM," ungkapnya.

Setelah diterbitkannya Peraturan Pemerintah (PP) yang mengatur pajak UKM ini, Ditjen Pajak menyatakan, tidak akan mematok target penerimaan untuk 2013. "Paling tidak tahun ini mereka bayar pajak, target kita itu," ujar Fuad.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Aksi Menuntut Reformasi...
Aksi Menuntut Reformasi Pegawai Pajak
Diskon Pajak Mobil Baru...
Diskon Pajak Mobil Baru Berlaku Mulai 1 Maret 2021
Negara yang Kaya Tanpa...
Negara yang Kaya Tanpa Memungut Pajak dari Rakyatnya
Indonesia Demam Pajak,...
Indonesia Demam Pajak, 5 Negara Ini Bebas Pajak
Kapolri: Polri akan...
Kapolri: Polri akan Kawal Kepatuhan Wajib Pajak untuk Bayar Pajak
Adaro Raih Penghargaan...
Adaro Raih Penghargaan Wajib Pajak
Berita Terkini
Galon Guna Ulang Berizin...
Galon Guna Ulang Berizin Edar BPOM dan Ber-SNI Dipastikan Aman Dipakai
9 jam yang lalu
Transisi Net Zero Ubah...
Transisi Net Zero Ubah Peran CFO Menjadi Penggerak Transformasi Bisnis
9 jam yang lalu
Jalur Hormuz Mulai Stabil,...
Jalur Hormuz Mulai Stabil, Saudi Aramco Kembali Ekspor Minyak setelah Mandek 4 Bulan
11 jam yang lalu
MEKAR Kembangkan Ekosistem...
MEKAR Kembangkan Ekosistem Pembiayaan Produktif
11 jam yang lalu
Raih Penghargaan Infobank,...
Raih Penghargaan Infobank, MNC Guna Usaha Indonesia Catat Kinerja Unggul Selama 10 Tahun Berturut-turut
11 jam yang lalu
Raih Penghargaan Infobank,...
Raih Penghargaan Infobank, MNC Finance Catat Kinerja Terbaik Selama Lima Tahun Berturut-turut
12 jam yang lalu
Infografis
Keterbatasan Strategis...
Keterbatasan Strategis USS Abraham Lincoln: Si ’Benteng Terapung’ yang Tidak Kebal
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved