Launtandhana bidik AUM reksa dana syariah Rp100 M
Rabu, 09 Januari 2013 - 16:03 WIB
Launtandhana bidik AUM reksa dana syariah Rp100 M
A
A
A
Sindonews.com - Menyemarakkan pasar modal syariah Tanah Air, PT Lautandhana Investment Management hadir dengan produk reksa dana saham syariah yang diberi nama Lautandhana Syariah.
Direktur Utama PT Lautandhana Investment Management, Irvin Patmadiwiria berharap, produk baru yang diluncurkan perusaahan bisa memberi kontribusi terhadap peningkatan jumlah dana kelolaan (asset under management/AUM) sebesar Rp100 miliar.
"Dana kelolaan kami sudah melebihi Rp5 miliar," ujar Irvin di ShangriLa Hotel, Jakarta, Rabu (9/1/2013).
Peluncuran produk baru yang merambah pasar syariah ini, diakui Irvin karena melihat minat investor terhadap instrumen reksa dana syariah yang terus meningkat. Adapun, produk reksa dana ini merupakan salah satu produk dari 23 reksa dana yang dikelola perseroan.
Untuk meluncurkan produk barunya, perusahaan telah mendapatkan pernyataan efektif dari Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) pada 27 Desember 2012. Reksa dana ini menggunakan akad wakalah, yaitu pemodal memberikan kuasa kepada manajer investasi untuk melakukan investasi bagi kepentingan pemodal.
"Lautandhana saham syariah sendiri mengacu pada indeks Jakarta Islamic Index (JII). Kami mengharapkan presentase return yang diperoleh bisa lebih tinggi dari JII," kata Irvin.
Direktur Utama PT Lautandhana Investment Management, Irvin Patmadiwiria berharap, produk baru yang diluncurkan perusaahan bisa memberi kontribusi terhadap peningkatan jumlah dana kelolaan (asset under management/AUM) sebesar Rp100 miliar.
"Dana kelolaan kami sudah melebihi Rp5 miliar," ujar Irvin di ShangriLa Hotel, Jakarta, Rabu (9/1/2013).
Peluncuran produk baru yang merambah pasar syariah ini, diakui Irvin karena melihat minat investor terhadap instrumen reksa dana syariah yang terus meningkat. Adapun, produk reksa dana ini merupakan salah satu produk dari 23 reksa dana yang dikelola perseroan.
Untuk meluncurkan produk barunya, perusahaan telah mendapatkan pernyataan efektif dari Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) pada 27 Desember 2012. Reksa dana ini menggunakan akad wakalah, yaitu pemodal memberikan kuasa kepada manajer investasi untuk melakukan investasi bagi kepentingan pemodal.
"Lautandhana saham syariah sendiri mengacu pada indeks Jakarta Islamic Index (JII). Kami mengharapkan presentase return yang diperoleh bisa lebih tinggi dari JII," kata Irvin.
(rna)
Lihat Juga :