2012, reksa dana saham catat kinerja 10%

Sabtu, 12 Januari 2013 - 13:43 WIB
2012, reksa dana saham...
2012, reksa dana saham catat kinerja 10%
A A A
Sindonews.com - Kinerja reksa dana saham dan campuran dari sisi imbal hasil (return) sepanjang tahun lalu mencatat pertumbuhan positif dibanding tahun sebelumnya. Bahkan kinerja reksa dana saham membukukan kenaikan signifikan dibanding 2011.

Berdasarkan data PT Infovesta Utama, kinerja rata-rata saham sepanjang 2012 tercatat sebesar 10,06 persen. Angka ini naik sangat tinggi dibanding tahun sebelumnya, yang minus 0,25 persen. Sementara untuk reksa dana campuran tercatat 7,59 persen, sedangkan pada tahun sebelumnya senilai 2,57 persen.

Analis riset PT Infovesta Utama Edbert Suryajaya mengatakan, naiknya kinerja rata-rata dua jenis reksa dana tersebut seiring dengan meningkatnya kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG) pada periode yang sama.

"Untuk reksa dana saham dan campuran lebih baik karena pada tahun 2012, kinerja bursa saham lebih baik daripada kinerja tahun 2011 lalu," kata dia kepada Sindonews, Sabtu (12/1/2013).

Edbert menjelaskan, beberapa faktor yang menyebabkan kinerja IHSG pada 2012 lebih baik dibanding tahun sebelumnya karena pada tahun 2012 tidak ada isu major yang menyebabkan bursa bergerak turun. Sepanjang tahun lalu, kinerja IHSG tercatat sebesar 12,94 persen. Jauh melesat dibanding 2011, yang hanya membukukan kinerja 3,2 persen.

Menurut Edbert, rendahnya kinerja dua reksa dana ini pada 2011 dipengaruhi dua isu besar, yakni penurunan (downgrade) peringkat Amerika Serikat (AS) dan perlambatan ekonomi di China. Sebaliknya pada tahun lalu, sentimen positif dari dalam dan luar negeri lebih banyak membayangi bursa domestik, sehingga memberi korelasi positif terhadap reksa dana saham dan campuran.

Pada tahun lalu, isu positif yang mewarnai pasar dalam negeri adalah kebijakan pelonggaran kuatitatif (quantitative easing/QE III) oleh Bank Sentral AS (The Fed) dan mulai pulihnya ekonomi di China pada kuartal IV tahun lalu. Ini yang memberi imbas baik terhadap harga dan saham-saham berbasis komoditas.

"Sedangkan (sentimen dari) Eropa yang saya nilai, sedikit sekali menyumbang berita negatif dibanding tahun-tahun sebelumnya," ujar Edbert.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Mantan Bos Bursa Minta...
Mantan Bos Bursa Minta OJK Usut Tuntas Kasus Nasabah Minna Padi
Wujudkan Masyarakat...
Wujudkan Masyarakat Indonesia Merdeka Finansial, STAR Asset Management dan DANA Hadirkan Investasi Reksa Dana
Kolaborasi Perkuat Akses...
Kolaborasi Perkuat Akses Reksa Dana Global Syariah Berbasis USD
Distribusikan Reksadana...
Distribusikan Reksadana Pilihan, Principal Indonesia Gandeng Standard Chartered Indonesia
Kurang dari Tiga Tahun,...
Kurang dari Tiga Tahun, Jumlah Investor Reksa Dana Meningkat 39%
Kesalahan Investor Pemula...
Kesalahan Investor Pemula Saat Berinvestasi Reksa Dana
Berita Terkini
Bendungan Sidan dan...
Bendungan Sidan dan Keureuto Diresmikan, Brantas Abipraya Perkuat Ketahanan Air dan Pangan
8 jam yang lalu
Listrik Padam Berhari-hari,...
Listrik Padam Berhari-hari, Becak Tenaga Surya Jadi Penyelamat dari Krisis Energi
8 jam yang lalu
Next Step Bangun Jembatan...
Next Step Bangun Jembatan Dagang UMKM Indonesia ke China
9 jam yang lalu
Orang Super Kaya Indonesia...
Orang Super Kaya Indonesia Diramal Melonjak Tercepat di Dunia, tapi Kelas Menengah Menyusut
9 jam yang lalu
Dirut PTPN I Beberkan...
Dirut PTPN I Beberkan Lima Pilar Industri Perkebunan
9 jam yang lalu
rToken Bitget Catat...
rToken Bitget Catat AUM USD114 Juta, rSPCX Pimpin Minat Investor
10 jam yang lalu
Infografis
Daftar 10 Pemain Tersubur...
Daftar 10 Pemain Tersubur dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved