IHSG diprediksi masih berpeluang menguat
Kamis, 17 Januari 2013 - 08:10 WIB
IHSG diprediksi masih berpeluang menguat
A
A
A
Sindonews.com - Kendati masih berpotensi mengalami pelemahan paskamenembus rekor tertingginya, indeks harga saham gabungan (IHSG) masih akan mendapat dukungan dari saham-saham lapis kedua (second linier), sehingga mampu mendongkrak IHSG tetap positif.
"Pada perdagangan Kamis (17/1) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.380-4.396 dan resistance 4.418-4.424," terang Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada, Kamis (17/1/2013).
Berpola double hanging man dekati upper bollinger bands (UBB). MACD bergerak mendatar dengan histogram positif yang sedikit memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic bersentuhan dengan area oversold.
"Meski terdapat potensi pelemahan, IHSG masih dapat bergerak naik. Minat pelaku pasar pada saham-saham seconnd liner kemungkinan masih akan berlanjut untuk mengimbangi sentimen negatif yang masih akan menyerang IHSG," ujar Reza.
Selain itu, lanjut Reza, saham-saham yang secara teknikal masih berada maupun di sekitar di area oversold masih akan menarik perhatian dan menahan IHSG dari potensi pelemahan.
Dari Global, bursa saham Asia melemah setelah merespon adanya penilaian potensi overheating perekonomian Jepang jika pemerintah terus mengucurkan stimulus.
Di sisi lain, juga merespon negatif adanya pernyataan salah satu sekuritas di China yang menghimbau adanya pembatasan kepemilikan asing pada properti. Sentimen negatif lainnya, penurunan perkiraan pertumbuhan global oleh Bank Dunia menjadi 2,4 persen dari perkiraan sebelumnya di 3 persen dan kekhawatiran meningkatnya inflasi di India.
"Pada perdagangan Kamis (17/1) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.380-4.396 dan resistance 4.418-4.424," terang Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada, Kamis (17/1/2013).
Berpola double hanging man dekati upper bollinger bands (UBB). MACD bergerak mendatar dengan histogram positif yang sedikit memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic bersentuhan dengan area oversold.
"Meski terdapat potensi pelemahan, IHSG masih dapat bergerak naik. Minat pelaku pasar pada saham-saham seconnd liner kemungkinan masih akan berlanjut untuk mengimbangi sentimen negatif yang masih akan menyerang IHSG," ujar Reza.
Selain itu, lanjut Reza, saham-saham yang secara teknikal masih berada maupun di sekitar di area oversold masih akan menarik perhatian dan menahan IHSG dari potensi pelemahan.
Dari Global, bursa saham Asia melemah setelah merespon adanya penilaian potensi overheating perekonomian Jepang jika pemerintah terus mengucurkan stimulus.
Di sisi lain, juga merespon negatif adanya pernyataan salah satu sekuritas di China yang menghimbau adanya pembatasan kepemilikan asing pada properti. Sentimen negatif lainnya, penurunan perkiraan pertumbuhan global oleh Bank Dunia menjadi 2,4 persen dari perkiraan sebelumnya di 3 persen dan kekhawatiran meningkatnya inflasi di India.
(rna)
Lihat Juga :