Subsidi pangan harus segera ditingkatkan

Kamis, 17 Januari 2013 - 18:17 WIB
Subsidi pangan harus...
Subsidi pangan harus segera ditingkatkan
A A A
Sindonews.com - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai, perlu peningkatan subsidi pangan. Seperti diketahui, subsidi energi (minyak bumi dan listrik) mencapai Rp 193,8 triliun dan Rp 80,9 triliun. Sementara subsidi pangan hanya Rp 17,2 triliun.

Di sisi lain, pertumbuhan nilai ekspor sektor pertanian pada 2012 dibanding 2011 tumbuh sebesar 10%. Sementara, pada periode sama sektor industri, pertambangan dan non migas lainnya mengalami penurunan masing-masing sebesar 4,6%, 9%, dan 5,7%. Dari sektor pertanian, kontribusi terbesar didapatkan dari hasil produk kelapa sawit.

Wakil Menteri Perdagangan, Bayu Krisnamurthi mengatakan, Indonesia memerlukan posisi kekuatan politik untuk perdagangan internasional seperti Jepang, China, dan Amerika Serikat yang sudah sangat baik.

“Saat ini negara-negara lain melakukan proteksi dan promosi untuk memperluas pasarnya, selain karena perekonomiannya tertekan,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Sindonews, Kamis (17/1/2013).

Bayu mencontohkan, India akan memberlakukan 5% bea masuk untuk CPO. Pihaknya mengaku perlu adanya kajian kebijakan perdagangan agar posisinya lebih jelas dengan melibatkan para pelaku usaha nasional. Misalnya, terkait trade facilitation apa masih diperbolehkan atau terkait pajak, bea masuk, dan lainnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sistem SP2KP untuk Pengendalian...
Sistem SP2KP untuk Pengendalian Harga Pangan
Swasembada Beras 3 Tahun...
Swasembada Beras 3 Tahun Berturut-turut, Indonesia Raih Penghargaan
Bibit Ayam Broiler PPG...
Bibit Ayam Broiler PPG Siap Dukung Kedaulatan Pangan Nasional
Dukung Ketahanan Pangan...
Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Syngenta Luncurkan Jagung Hibrida NK Perkasa Sakti
Biaya Tersembunyi Sistem...
Biaya Tersembunyi Sistem Pangan RI Setara Hampir Separuh PDB
Pengamat Ekonomi : Kenaikan...
Pengamat Ekonomi : Kenaikan Harga Pangan Masih Wajar di Bulan Ramadan 2026
Berita Terkini
Penjelasan BEI soal...
Penjelasan BEI soal MSCI Turunkan Kasta Pasar Modal RI ke Frontier Market
26 menit yang lalu
Bangun Infrastruktur...
Bangun Infrastruktur Unggul, Brantas Abipraya Perkuat Kolaborasi Internal
46 menit yang lalu
Purbaya Tepis Isu Mundur...
Purbaya Tepis Isu Mundur dari Kursi Menkeu di Tengah Kejatuhan Rupiah Rp18.039
1 jam yang lalu
IHSG Berakhir Longsor...
IHSG Berakhir Longsor 1,70% ke Posisi 5.839, Ada 651 Saham Berjatuhan
2 jam yang lalu
Harga Avtur Makin Mahal,...
Harga Avtur Makin Mahal, Maskapai Raksasa AS Mendadak Batalkan 6 Rute Penerbangan!
2 jam yang lalu
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
4 jam yang lalu
Infografis
Vladimir Putin: Rusia...
Vladimir Putin: Rusia Segera Habisi Militer Ukraina!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved