IHSG akhir pekan diprediksi lanjutkan pelemahan

Jum'at, 18 Januari 2013 - 08:16 WIB
IHSG akhir pekan diprediksi...
IHSG akhir pekan diprediksi lanjutkan pelemahan
A A A
Sindonews.com - Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) diprediksi akan melanjutkan pelemahan yang terjadi pada hari sebelumnya. IHSG pada hari ini diprediksi akan berada pada support 4.382-4.400 dan resistance 4.415-4.430.

"Dengan adanya pelemahan yang terjadi membuka peluang untuk melanjutkan pelemahan berikutnya. Apalagi dengan reli IHSG yang terjadi sebelumnnya," terang Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada, Jumat (18/1/2013).

IHSG, terang Reza, berpola shooting star menjauhi upper bollinger bands (UBB). MACD sedikit bergerak naik dengan histogram positif yang sedikit memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic sedikit mengalami pelemahan dan downreversal dari area overbought. Mengindikasi adanya potensi pelemahan lanjutan.

"Akan tetapi, diharapkan pelemahan masih terbatas dan terdapat sentimen yang positif yang mampu menahan pelemahan lebih lanjut," tegas Reza.

Sementara, untuk pelemahan yang terjadi pada perdagangan kemarin, menurut Reza, banjir bukan faktor utama penyebab pelemahan tersebut. "Kami berpandangan bahwa pelemahan IHSG tidak berhubungan dengan banjir tersebut," tegasnya.

Pelemahan IHSG, menurut Reza, lebih dikarenakan imbas melemahnya bursa saham Asia dengan sikap wait & see pelaku pasar jelang rilis data GDP China di akhir pekan nanti dan penilaian sudah overbought-nya bursa saham China setelah reli beberapa pekan terakhir.

"Pelemahan IHSG juga dipicu aksi jual setelah IHSG reli selama tiga hari sebelumnya," lanjut Reza.

Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG menyentuh level 4.421,34 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4.390,02 (level terendahnya) di awal sesi 2 dan akhirnya berhasil bertengger di level 4.398,38.

Volume perdagangan dan nilai total transaksi tercatat turun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan kenaikan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.

Pergerakan nilai tukar rupiah sempat menguat setelah merespon pernyataan Menteri BUMN, Dahlan Iskan bahwa BUMN dan BI akan berkoordinasi dalam bentuk pembelian USD oleh BUMN dan dapat dilakukan secara langsung tanpa melalui pasar sehingga mengurangi tingkat volatilitas dolar Amerika Serikat.

Di sisi lain, kabar positif dari IMF yang menyetujui pencairan dana bailout untuk Spanyol dan Portugal dan perkiraan positifnya rilis PDB China. Rupiah juga mendapat sentimen positif dari laporan Beige Book AS, dimana angka inflasi masih rendah di level 1,7 persen (YoY), sehingga masih membuka peluang stimulus lanjutan.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pembatasan Aktivitas...
Pembatasan Aktivitas Diambil Pemerintah, IHSG Ditutup Ambruk 1,17%
181 Saham Melemah Seret...
181 Saham Melemah Seret IHSG di Awal Sesi ke Level 6.083
Kenaikan IHSG Jangka...
Kenaikan IHSG Jangka Pendek, Berpotensi Bergerak di Kisaran 5.944-6.202
IHSG Balik Perkasa Pagi...
IHSG Balik Perkasa Pagi Ini, Dibuka Sentuh Level 6.115
Borong 5 Saham Ini di...
Borong 5 Saham Ini di Tengah Tren Menghijau IHSG
Wow! IHSG Akhir Pekan...
Wow! IHSG Akhir Pekan Tembus Level 6.208
Berita Terkini
Nasib Belang Gurita...
Nasib Belang Gurita Bisnis Arab di Tengah Perang: Ada yang Boncos hingga Mendadak Kaya
4 menit yang lalu
Masa Transisi ke B50...
Masa Transisi ke B50 Berlangsung hingga September, Penyaluran Dilakukan Bertahap
1 jam yang lalu
Selat Hormuz Dikunci...
Selat Hormuz Dikunci Rapat Iran, Jalur Minyak Terpenting Dunia Kembali Mandek
2 jam yang lalu
Bendungan Sidan dan...
Bendungan Sidan dan Keureuto Diresmikan, Brantas Abipraya Perkuat Ketahanan Air dan Pangan
13 jam yang lalu
Listrik Padam Berhari-hari,...
Listrik Padam Berhari-hari, Becak Tenaga Surya Jadi Penyelamat dari Krisis Energi
13 jam yang lalu
Next Step Bangun Jembatan...
Next Step Bangun Jembatan Dagang UMKM Indonesia ke China
13 jam yang lalu
Infografis
Biaya Perang Pakistan-India...
Biaya Perang Pakistan-India selama 4 Pekan, Siapa Paling Boncos?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved