SBY bahas tiga isu perekonomian bersama KEN

Selasa, 22 Januari 2013 - 15:51 WIB
SBY bahas tiga isu perekonomian...
SBY bahas tiga isu perekonomian bersama KEN
A A A
Sindonews.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menggelar Sidang Kabinet Paripurna di Gedung utama Sekretariat Negara. Sidang diikuti oleh seluruh menteri dari Kabinet Indonesia Bersatu dengan agenda mendengarkan paparan dari Komite Ekonomi Nasional (KEN) tentang perkembangan ekonomi nasional.

“Hari ini kita bisa melaksanakan sidang kabinet paripurna sekaligus menghadirkan Komite Ekonomi Nasional. Agenda utama kita dengarkan presentasi dari KEN tentang dinamika dan perkembangan perekonomian kita saat ini,” kata Presiden dalam sambutan sidang tersebut, Selasa (22/1/2013).

Ada tiga hal utama yang akan diusung KEN dalam sidang kabinet tersebut, yaitu mengenai kebijakan fiskal, tata kelola perdagangan dan pengurangan kemiskinan.

“Tentang APBN atau kebijakan fiskal yang disesuaikan dengan yang telah ditelaah oleh KEN. APBN penting untuk memastikan jalannya pemerintahan umum dan pembangunan, sekaligus menghadapi resesi global,” kata SBY.

KEN juga akan mengangkat satu isu yang berkaitan dengan tata kelola perdagangan yang berimplikasi langsung dengan tata kehidupan masyarakat. Pangan misalnya, perdagangan bukan hanya urusan komoditas pangan. Apapun, negeri ini perlu punya tata kelola yang baik, di sisi lain ada regulasi.

"Misal 2008 dan 2009, market mechanism perlu yang baik. Kita ingin dengarkan dari KEN apa yang dilihat mengenai ini,” lanjut SBY.

KEN juga mengangkat isu pengurangan kemiskinan dan kesenjangan, dimana akan menjelaskan mengenai biaya yang harus dipikul pemerintah ketika pertumbuhan ekonomi tinggi dan kesenjangan antara kaya dan miskin juga makin tinggi.

“Bagi kita bagaimana fokus kebijakan, rencana aksi dan program pengurangan kemiskinan bisa berjalan dengan baik serta kepemimpinan yang baik di daerah,” jelas SBY.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
2 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
3 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
4 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
4 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
4 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
4 jam yang lalu
Infografis
Jadwal Cuti Bersama...
Jadwal Cuti Bersama ASN Tahun 2026, Catat Tanggalnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved