NTSB khawatirkan keamanan pesawat 787 Dreamliner
Jum'at, 25 Januari 2013 - 14:54 WIB
NTSB khawatirkan keamanan pesawat 787 Dreamliner
A
A
A
Sindonews.com - Regulator keamanan Amerika Serikat (AS) akan segera menyelesaikan penyelidikan atas kasus kebakaran baterai pada pesawat Boeing 787 Dreamliner.
Ketua Dewan Keamanan Transportasi Nasional (NTSB) AS, Deborah Hersman menjelaskan, penyidik telah menemukan serangkaian "gejala" baterai yang rusak dalam kebakaran pesawat di Boston, pada 7 Januri lalu. Pihaknya akan melihat desain kompartemen baterai pesawat, apakah seusai dengan standar sertifikasi atau tidak.
Situasi ini akan berdampak besar terhadap keuangan Boeing yang masih melakukan perakitan dan back up pesawat yang akan dikirimkan ke sejumlah maskapai penerbangan.
"Ini merupakan peristiwa yang tidak terduga, kami sangat prihatin. Kami tidak mengharapkan peristiwa kebakaran dalam pesawat terjadi. Ini adalah kekhawatiran keamanan yang sangat serius," ujar Hersman seperti dilansir Reuters, Jumat (25/1/2013).
Dia tidak bisa menjawab berapa lama penyelidikan akan selesai. Hersman juga tidak berani menyebutkan kapan 787 diperbolehkan terbang kembali, karena kewenangan berada ditangan Federal Aviation Administration (FAA).
Mantan Ketua NTSB Mark Rosenker mengatakan, para peneliti telah kelebihan waktu dalam mencari penyebab kebakaran. "Ini akan membawa mereka lebih lama," katanya.
Richard Aboulafia, analis kedirgantaraan di Virginia Teal menyatakan, NTSB telah mendapat peringatan serius bahwa penyidik belum melakukan banyak kemajuan penyebab masalah baterai pesawat.
"Sulit menemukan optimisme. Petugas masih harus bekerja keras dan mengungkap misteri penyebab keluarnya api pada baterai," ujar Aboulafia.
Ketua Dewan Keamanan Transportasi Nasional (NTSB) AS, Deborah Hersman menjelaskan, penyidik telah menemukan serangkaian "gejala" baterai yang rusak dalam kebakaran pesawat di Boston, pada 7 Januri lalu. Pihaknya akan melihat desain kompartemen baterai pesawat, apakah seusai dengan standar sertifikasi atau tidak.
Situasi ini akan berdampak besar terhadap keuangan Boeing yang masih melakukan perakitan dan back up pesawat yang akan dikirimkan ke sejumlah maskapai penerbangan.
"Ini merupakan peristiwa yang tidak terduga, kami sangat prihatin. Kami tidak mengharapkan peristiwa kebakaran dalam pesawat terjadi. Ini adalah kekhawatiran keamanan yang sangat serius," ujar Hersman seperti dilansir Reuters, Jumat (25/1/2013).
Dia tidak bisa menjawab berapa lama penyelidikan akan selesai. Hersman juga tidak berani menyebutkan kapan 787 diperbolehkan terbang kembali, karena kewenangan berada ditangan Federal Aviation Administration (FAA).
Mantan Ketua NTSB Mark Rosenker mengatakan, para peneliti telah kelebihan waktu dalam mencari penyebab kebakaran. "Ini akan membawa mereka lebih lama," katanya.
Richard Aboulafia, analis kedirgantaraan di Virginia Teal menyatakan, NTSB telah mendapat peringatan serius bahwa penyidik belum melakukan banyak kemajuan penyebab masalah baterai pesawat.
"Sulit menemukan optimisme. Petugas masih harus bekerja keras dan mengungkap misteri penyebab keluarnya api pada baterai," ujar Aboulafia.
(dmd)
Lihat Juga :