Industri China raih kenaikan keuntungan 17,3 persen

Minggu, 27 Januari 2013 - 16:03 WIB
Industri China raih...
Industri China raih kenaikan keuntungan 17,3 persen
A A A
Sindonews.com - Badan Statistik Nasional (NBS) China melaporkan keuntungan yang diperoleh perusahaan di sektor industri naik 17,3 persen pada Desember 2012, sebesar USD143,91 miliar (895,2 miliar yuan). Hasil ini mengimbangi raihan negatif yang diperoleh perusahaan miskin pada kuartal ketiga.

Secara keseluruhan keuntungan industri China mencapai Rp5,56 triliun yuan pada 2012, naik 5,3 persen dari tahun sebelumnya. NBS dalam situs resminya (www.stats.gov.cn), Minggu (27/1/2013), menyebutkan terjadi penguatan 3,0 persen dalam keuntungan 11 bulan pertama 2012, dibandingkan 2011.

Perekonomian China tumbuh 7,9 persen pada kuartal keempat, sebagai gebrakan, setelah tujuh kuartal berturut-turut mengalami perlambatan.

Di antara 41 sektor yang disurvei NBS, 29 melaporkan kenaikan laba pada 2012. Dipimpin peningkatan laba 69 persen perusahaan pembangkit listrik, kemudian 21 persen perusahaan pengolahan makanan, dan kenaikan 8 persen industri peralatan listrik.

Tetapi beberapa sektor lain masih harus berjuang. Keuntungan pada perusahaan baja anjlok 37 persen, sedangkan pendapatan perusahaan kimia turun 6 persen.

Menurut jajak pendapat yang dilakukan Reuters, analis memprediksi pertumbuhan tahunan ekonomi China akan rebound 8,1 persen pada 2013.

Indeks manajer pembelian HSBC flash '(PMI), indikator awal kegiatan industri China, memperlihatkan pertumbuhan di sektor pabrik raksasa China dipercepat dua tahun lebih tinggi pada Januari.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Ekonomi China dalam...
Ekonomi China dalam Bahaya, Yuan Catat Kinerja Terburuk se-Asia
China Conference: Southeast...
China Conference: Southeast Asia 2026 Perkuat Peran Indonesia Jadi Pusat Ekonomi Regional
Kebangkitan Ekonomi...
Kebangkitan Ekonomi China dan Jepang Akan Menolong Negara Lain
Menteri Keuangan Waspadai...
Menteri Keuangan Waspadai Situasi Kontraksi Ekonomi China
Berita Terkini
Usai Hengkang dari OPEC,...
Usai Hengkang dari OPEC, Produksi Minyak UEA Cetak Rekor Tembus 4,1 Juta Barel per Hari
1 jam yang lalu
Sinergi BSI dan BPJS...
Sinergi BSI dan BPJS Ketenagakerjaan, Hadirkan KPR Syariah 30 Tahun untuk Jutaan Pekerja
9 jam yang lalu
Jetex dan Republik Manor...
Jetex dan Republik Manor Sinergi Kembangkan Layanan Aviasi Privat di Indonesia
10 jam yang lalu
Dampingi Presiden Resmikan...
Dampingi Presiden Resmikan Lima Bendungan, AHY: Perkuat Swasembada Pangan, Air dan Energi
10 jam yang lalu
Airlangga Sebut B50...
Airlangga Sebut B50 Bakal Hemat Devisa hingga Rp177 Triliun
10 jam yang lalu
Mendorong Penguatan...
Mendorong Penguatan Tata Kelola Bank Jakarta, Serikat Karyawan Beri 4 Rekomendasi Strategis
11 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved