Ini strategi pemerintah cegah defisit anggaran

Selasa, 29 Januari 2013 - 13:18 WIB
Ini strategi pemerintah...
Ini strategi pemerintah cegah defisit anggaran
A A A
Sindonews.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa mengemukakan, inti dari strategi pemerintah dalam mencegah defisit adalah optimalisasi penerimaan dan peningkatan kualitas belanja modal.

Hatta mengungkapkan langkah-langkah yang akan dilakukan pemerintah. pertama, optimalisasi penerimaan perpajakan dapat melalui perluasan objek pajak atau ekstensifikasi. Saat ini diperkirakan sekitar 50 juta orang yang masuk kelas menengah (middle class) sesuai prakiraan Mckinsey.

“Mereka harusnya adalah tax payer. Sekarang saya mau bertanya, berapa tax payer di tanah air kita? Kurang dari 50 juta kan. Oleh sebab itu ruang ekstensifikasi, perluasan objek pajak masih terbuka luas dan ini adalah upaya-upaya yang terus kita lakukan,” ungkap Hatta Rajasa dalam siaran persnya, Selasa (29/1/2013).

Kedua, lanjut Hatta, optimalisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Pemerintah akan memaksimalkan kontribusi penerimaan sumber daya alam migas dan non migas. Target lifting migas harus dicapai setelah sekian tahun lifting drop terus, dan diprediksi pada 2013 ini mencapai 830-850 barel saja. “Kita harus melakukan efisiensi pada cost recovery,” pungkas Hatta.

Adapun dari sisi nonmigasnya, Pemerintah akan mengupayakan negosiasi kontrak pada 2013 ini bisa tuntas, sehingga akan lebih meningkatkan pendapatan negara baik melalui revenue royalti maupun share saham.

Ketiga, adalah dengan meningkatkan kualitas belanja. Menurut Hatta, pemerintah akan mengendalikan subsidi energi sebesar Rp211 triliun pada 2013 ini. Langkah-langkah pengendalian itu di antaranya adalah dengan pengendalian dan penghematan serta diversifikasi, penyesuaian tarif listrik yang sudah disetujui oleh DPR secara bertahap dan konsisten, dan memperbaiki input energi.

Yang terakhir, pemerintah akan mencegah yang bersifat mandatori anggaran, karena akan mengurangi ruang gerak untuk fleksibilitas fiskal untuk belanja-belanja infrastruktur.

"Pemerintah juga bertekad untuk menciptakan lapangan kerja , sekitar 750 ribu hingga 1 juta lapangan kerja netto pada tahun 2013 melalui belanja APBN, dan khususnya pada MP3EI (Master Plan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia)," ungkapnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
42 menit yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
1 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
2 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
2 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
3 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
6 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved