Perekonomian China terancam kekurangan tenaga kerja

Rabu, 30 Januari 2013 - 11:57 WIB
Perekonomian China terancam...
Perekonomian China terancam kekurangan tenaga kerja
A A A
Sindonews.com - Bom waktu demografis China berdetak lebih keras terkait ancaman penurunan jumlah tenaga kerja pada beberapa dekade mendatang. Para analis menilai, kondisi ini akan memengaruhi pertumbuhan ekonomi China, "negara akan tumbuh lebih tua sebelum menjadi kaya".

Konsekuensi kebijakan satu anak untuk penduduk China sejak 1970 akan memengaruhi pertumbuhan SDM potensial di masa depan. Data resmi menunjukkan, usia kerja penduduk China didefinisikan antara 15-59 tahun, turun 3,45 juta pada 2012. Ini menjadi penurunan pertama sejak 1963, setelah puluhan juta orang meninggal akibat kelaparan.

Dilansir Channel News Asia, Rabu (30/1/2013), sejumlah analis melihat, efek langsung mungkin kecil di negara berpenduduk 1,35 miliar jiwa itu, tetapi efek kumulatif akan lebih cepat dalam beberapa dekade mendatang.

Wang Guangzhou, seorang peneliti dari Chinese Academy of Social Sciences (CASS) mengungkapkan, jumlah orang berusia antara 15-64 akan berada di angka 40 juta jiwa pada 2014-2030, lebih banyak dari jumlah penduduk Polandia.

Sementara peneliti CASS lainnya, Lin Jun mengatakan, program keluarga berencana telah memperburuk masalah. "Populasi terjadi penuaan lebih cepat, sehingga pertumbuhan ekonomi akan berjalan singkat," ujar Li Jun.

Proporsi penduduk China di atas 65 tahun diproyeksikan tumbuh dua kali lipat antara 7-14 persen selama 26 tahun.

"Tidak diragukan lagi secara substansial akan memperlambat laju pertumbuhan potensial China," kata Yao Wei, ekonom Societe Generale di Hong Kong.

Di pihak lain, pemerintah China mengklaim pertumbuhan penduduk telah mengendalikan kunci peningkatan kemakmuran. China kini menjadi ekonomi terbesar kedua di dunia. Namun per kapita, mereka masih jauh tertinggal dari Amerika Serikat dan negara-negara maju lainnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Gelombang Covid-19 Kembali...
Gelombang Covid-19 Kembali Hantam Ekonomi Tiongkok
Menteri Keuangan Waspadai...
Menteri Keuangan Waspadai Situasi Kontraksi Ekonomi China
Momen Unik saat Presiden...
Momen Unik saat Presiden Prabowo Bicara Bahasa Tiongkok di Beijing
China Rebound, Bidik...
China Rebound, Bidik Pertumbuhan Ekonomi di Atas 6%
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
2 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
3 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
3 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
4 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
5 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
5 jam yang lalu
Infografis
Marwah Piala Dunia 2026...
Marwah Piala Dunia 2026 Terancam, 5 Negara Berpotensi Absen
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved