Vietnam diambang krisis ekonomi

Rabu, 30 Januari 2013 - 13:39 WIB
Vietnam diambang krisis...
Vietnam diambang krisis ekonomi
A A A
Sindonews.com - Ekonomi Vietnam dilaporkan tengah berada diambang krisis sistematik akibat korupsi dan tidak efisien di sektor badan usaha milik negara (BUMN).

Lebih dari 25 tahun setelah memulai masa transisi menuju ekonomi pasar bebas, pemerintah komunis Vietnam telah berusaha melakukan reformasi terhadap sejumlah perusahaan negara.

"Masalah di sektor publik adalah kesalahan Partai Komunis terbesar. Penyakit lama di sektor publik menyebabkan krisis ekonomi yang lebih luas. Perekonomian berada dalam situasi terburuk sejak 1986," ujar Ekonom berbasis di Hanoy, Nguyen Quang A, seperti dilansir Straits Times, Rabu (30/1/2013).

Para ekonomi menilai, Vietnam kini dibelenggu "kelompok kepentingan" yang tidak ingin mereformasi sektor negara demi melindungi kekuasaan mereka.

Walau serangkaian pemotongan suku bunga telah dilakukan untuk mendorong perekonomian, namun pertumbuhan tahunan Vietnam melambat ke laju terlemah dalam 13 tahun, pada 2012. Bahkan, inflasi naik membatasi ruang stimulus.

Tercatat, Vietnam memiliki lebih dari 1.300 BUMN. Mereka menguasai 45 persen dari total investasi negara, yaitu 60 persen dari pinjaman bank komersial, dan 70 persen dari bantuan pembangunan. Namun, Kementerian Perencanaan dan Investasi Vietnam menyebutkan, mereka hanya menyumbang 30 persen dari pertumbuhan PDB tahunan, pada November lalu.

Beberapa analis melihat jika salah satu anak perusahaan BUMN disebut sebagai perusahaan swasta, pada kenyataannya dikendalikan pejabat tinggi pemerintah, yang menguasai 70 persen dari total aktivitas ekonomi Vietnam.

Namun sektor ini tidak dalam keadaan sehat. BUMN telah dibelit utang hingga USD61 miliar, mewakili lebih dari setengah total utang publik Vietnam.

Beberapa BUMN telah runtuh dengan cara spektakuler, termasuk raksasa Vinashin, yang mengalami kerugian USD4,4 miliar dan Vinalines, yang gagal melakukan pembayaran hingga USD1,1 miliar.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tinggalkan Era Buruh...
Tinggalkan Era Buruh Murah, Vietnam Targetkan Jadi Macan Asia Baru di 2045
Sukses Tangani Covid-19,...
Sukses Tangani Covid-19, Ekonomi Vietnam Paling Moncer di ASEAN
Menjaga Tren Pertumbuhan...
Menjaga Tren Pertumbuhan Ekonomi
Jauh dari Resesi, Aktivitas...
Jauh dari Resesi, Aktivitas Ekonomi Indonesia Kuat dan Membaik
Fleksibilitas APBN Berkelanjutan
Fleksibilitas APBN Berkelanjutan
5 Strategi Pemulihan...
5 Strategi Pemulihan Ekonomi ASEAN dari Dampak Covid-19
Berita Terkini
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
14 menit yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
6 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
6 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
7 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
8 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
8 jam yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved