Ekonomi AS 2012 melambat, Wall Street terkoreksi
Kamis, 31 Januari 2013 - 09:01 WIB
Ekonomi AS 2012 melambat, Wall Street terkoreksi
A
A
A
Sindonews.com - Saham-saham di Bursa Wall Street pada perdagangan Rabu waktu setempat terkoreksi setelah Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) menyatakan pertumbuhan ekonomi AS pada tahun lalu melambat meski bersifat sementara.
Pernyataan The Fed tersebut berdasarkan data produk domestik bruto (PDB) yang menunjukkan bahwa ekonomi AS secara tidak terduga mengalami kontraksi pada kuartal IV tahun lalu. Kalangan ekononom menyebutkan, kontraksi sebesar 0,1 persen disebabkan menurunnnya belanja pemerintah dan persedian bisnis yang lebih rendah, bukan merupakan indikator resesi.
"Tingkat pengangguran kemungkinan akan turun di bawah 6,5 persen pada tahun depan, sehingga The Fed akan menaikkan suku bunganya paling cepat pada pertengahan 2014. Kenaikan fiskal pada kuartal ini akan diimbangi dengan pembangunan kembali perumahan pasca Badai Sandy, sehingga PDB diperkirakan akan tumbuh 2 persen," kata Kepala Ekonom di Swiss Re, Kurt Karl, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (31/1/2013).
Di samping itu, PDB AS yang terkontraksi pada kuartal IV tahun lalu menyebabkan
ADP National Employment melampaui proyeksi. ADP National Employment menunjukkan, bertambah 192 ribu pekerjaan di Januari 2013, yang lebih tinggi dari ekspektasi awal 165 ribu.
The Dow Jones industrial average (DJI) turun 44,00 poin atau 0,32 persen ke 13.910,42, Indeks The Standard & Poor 500 (SPX) turun 5,88 poin atau 0,39 persen menjadi 1.501,96, dan Nasdaq Composite Index (IXIC) turun 11,35 poin atau 0,36 persen pada 3.142,31.
Pernyataan The Fed tersebut berdasarkan data produk domestik bruto (PDB) yang menunjukkan bahwa ekonomi AS secara tidak terduga mengalami kontraksi pada kuartal IV tahun lalu. Kalangan ekononom menyebutkan, kontraksi sebesar 0,1 persen disebabkan menurunnnya belanja pemerintah dan persedian bisnis yang lebih rendah, bukan merupakan indikator resesi.
"Tingkat pengangguran kemungkinan akan turun di bawah 6,5 persen pada tahun depan, sehingga The Fed akan menaikkan suku bunganya paling cepat pada pertengahan 2014. Kenaikan fiskal pada kuartal ini akan diimbangi dengan pembangunan kembali perumahan pasca Badai Sandy, sehingga PDB diperkirakan akan tumbuh 2 persen," kata Kepala Ekonom di Swiss Re, Kurt Karl, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (31/1/2013).
Di samping itu, PDB AS yang terkontraksi pada kuartal IV tahun lalu menyebabkan
ADP National Employment melampaui proyeksi. ADP National Employment menunjukkan, bertambah 192 ribu pekerjaan di Januari 2013, yang lebih tinggi dari ekspektasi awal 165 ribu.
The Dow Jones industrial average (DJI) turun 44,00 poin atau 0,32 persen ke 13.910,42, Indeks The Standard & Poor 500 (SPX) turun 5,88 poin atau 0,39 persen menjadi 1.501,96, dan Nasdaq Composite Index (IXIC) turun 11,35 poin atau 0,36 persen pada 3.142,31.
(rna)
Lihat Juga :