Aher: Masyarakat sudah menunggu selama 15 tahun
Rabu, 06 Februari 2013 - 21:19 WIB
Aher: Masyarakat sudah menunggu selama 15 tahun
A
A
A
Sindonews.com - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ahmad Heryawan mengatakan, Pemerintah Provinsi Jabar telah sepakat dengan PT MNC Infratama untuk melakukan percepatan pembangunan jalan tol Ciawi-Sukabumi, Jawa Barat sepanjamg 59 kilometer.
"Percepatan dimotori PT MNC Infratama. Kalau ini berhasil dan tepat waktu, investasinya Rp7,8 triliun, gede banget kan?" kata Heryawan, di Bandung, Rabu (6/2/2013).
Menurutnya, MNC Infratama menjadi pemodal tertinggi untuk pembangunan jalan tol tersebut, yakni 75 persen. Sisanya oleh PT Jasa Sarana 25 persen. Sehingga pemegang saham tol adalah MNC Infratama dan PT Jasa Sarana. "Target pembangunan dimulai akhir 2013," katanya.
Saat ini, pembangunan tol masih dalam proses pembebasan lahan yang sudah mencapai 40 persen. Dua sampai tiga bulan lagi pembebasan lahan ditargetkan mencapai 80 persen. Setelah itu, dimulailah proses konstruksi.
"Minggu depan sudah jalan lagi pembebasan lahan. Karena konstruksi tidak mungkin dilaksanakan tanpa ada pembebasan lahan di angka 40 persen," terangnya.
Diakuinya, pembebasan lahan menjadi kendala pembangunan tol yang diharapkan bisa mengurai kemacetan dan sangat diharapkan masyarakat. "Masyarakat nunggu sejak 1997, 15 tahun lalu sampai sekarang," pungkasnya.
"Percepatan dimotori PT MNC Infratama. Kalau ini berhasil dan tepat waktu, investasinya Rp7,8 triliun, gede banget kan?" kata Heryawan, di Bandung, Rabu (6/2/2013).
Menurutnya, MNC Infratama menjadi pemodal tertinggi untuk pembangunan jalan tol tersebut, yakni 75 persen. Sisanya oleh PT Jasa Sarana 25 persen. Sehingga pemegang saham tol adalah MNC Infratama dan PT Jasa Sarana. "Target pembangunan dimulai akhir 2013," katanya.
Saat ini, pembangunan tol masih dalam proses pembebasan lahan yang sudah mencapai 40 persen. Dua sampai tiga bulan lagi pembebasan lahan ditargetkan mencapai 80 persen. Setelah itu, dimulailah proses konstruksi.
"Minggu depan sudah jalan lagi pembebasan lahan. Karena konstruksi tidak mungkin dilaksanakan tanpa ada pembebasan lahan di angka 40 persen," terangnya.
Diakuinya, pembebasan lahan menjadi kendala pembangunan tol yang diharapkan bisa mengurai kemacetan dan sangat diharapkan masyarakat. "Masyarakat nunggu sejak 1997, 15 tahun lalu sampai sekarang," pungkasnya.
(gpr)
Lihat Juga :