Sentimen Eropa buat Wall Street terkoreksi
Jum'at, 08 Februari 2013 - 08:52 WIB
Sentimen Eropa buat Wall Street terkoreksi
A
A
A
Sindonews.com - Saham-saham di Bursa Wall Street pada perdagangan Kamis waktu setempat ditutup terkoreksi menyusul komentar Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi mengenai mata uang Eropa dan prospek negara tersebut.
Nilai tukar Euro terhadap dolar (AS) dan Yen melemah setelah Mario Draghi menyatakan bahwa nilai tukar akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi dan stabilitas harga. Investor merespon pendapatan tersebut sebagai sinyal bahwa prospek perbankan Eropa akan turun dan berdampak pada perekonomian di tiap wilayah.
Sejumlah analis mengatakan bahwa pelemahan yang terjadi pada perdagangan Kamis waktu setempat tidak mengherankan.
"Mengingat pada Januari, pasar saham sedikit terkoreksi dan beberapa beberapa diantaranya konsolidasi. Kami pikir ini akan menjadi sentimen yang sehat," ujar Direktur Penelitian di Hodges Capital Management Eric Marshall dikutip Reuters, Jumat (8/2/2013).
Meski menurun, namun pasar saham sudah dalam tren naik, dengan kenaikan Indeks S&P 500 yang naik 5,8 persen sepanjang 2013 ini. Adapun, sejumlah emiten yang terdaftar di indeks S&P telah mempublikasikan laba kuartal empatnya dan 69 persen diantaranya mencatat pendapatan diatas ekspektasi.
The Dow Jones Industrial Average (DJI) turun 42,47 poin atau 0,30 persen di 13.944,05, indeks The Standard & Poor 500 (SPX) turun 2,73 poin atau 0,18 persen di 1.509,39. Sementara Nasdaq Composite Index (IXIC) turun 3,34 poin atau 0,11 persen di 3.165,13.
Nilai tukar Euro terhadap dolar (AS) dan Yen melemah setelah Mario Draghi menyatakan bahwa nilai tukar akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi dan stabilitas harga. Investor merespon pendapatan tersebut sebagai sinyal bahwa prospek perbankan Eropa akan turun dan berdampak pada perekonomian di tiap wilayah.
Sejumlah analis mengatakan bahwa pelemahan yang terjadi pada perdagangan Kamis waktu setempat tidak mengherankan.
"Mengingat pada Januari, pasar saham sedikit terkoreksi dan beberapa beberapa diantaranya konsolidasi. Kami pikir ini akan menjadi sentimen yang sehat," ujar Direktur Penelitian di Hodges Capital Management Eric Marshall dikutip Reuters, Jumat (8/2/2013).
Meski menurun, namun pasar saham sudah dalam tren naik, dengan kenaikan Indeks S&P 500 yang naik 5,8 persen sepanjang 2013 ini. Adapun, sejumlah emiten yang terdaftar di indeks S&P telah mempublikasikan laba kuartal empatnya dan 69 persen diantaranya mencatat pendapatan diatas ekspektasi.
The Dow Jones Industrial Average (DJI) turun 42,47 poin atau 0,30 persen di 13.944,05, indeks The Standard & Poor 500 (SPX) turun 2,73 poin atau 0,18 persen di 1.509,39. Sementara Nasdaq Composite Index (IXIC) turun 3,34 poin atau 0,11 persen di 3.165,13.
(rna)
Lihat Juga :