Harga minyak naik didorong pertumbuhan dagang China
Jum'at, 08 Februari 2013 - 16:33 WIB
Harga minyak naik didorong pertumbuhan dagang China
A
A
A
Sindonews.com - Harga minyak Amerika Serikat (AS) naik di atas USD96 per barel pada akhir pekan ini, setelah China melaporkan pertumbuhan perdagangan bulanan lebih baik dari perkiraan.
Dilansir RTE, Jumat (8/2/2013), Benchmark minyak untuk pengiriman Maret naik 25 sen menjadi USD96,08 dalam perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange.
Kontrak telah jatuh 79 sen berakhir pada USD95,83 pada malam terakhir Nymex setelah kepala Bank Sentral Eropa menyatakan keprihatinan atas naiknya euro.
Menguatnya Euro telah menyakiti prospek ekspor di zona Eropa. Hal ini juga cenderung mengakibatkan harga minyak lebih tinggi yang membuat minyak mentah dijual dalam dolar lebih murah. Namun investasi dipandang lebih menarik, bagi para pedagang yang menggunakan mata uang selain greenback.
Di London, minyak mentah Brent, yang digunakan untuk harga varietas minyak internasional, naik 61 sen menjadi USD117,85 per barel di bursa ICE Futures.
Diberitakan sebelumnya, pertumbuhan perdagangan China melonjak pada Januari. Jumlah ekspor melonjak 25% dari 14,1% pada Desember 2012. Demikian pula, pertumbuhan impor meroket menjadi 28%, lebih dari empat kali lipat atau 6% dari bulan sebelumnya.
Para analis mengatakan, dari tahun-ke-tahun data terdistorsi karena tahun baru Imlek jatuh pada Januari 2012. Tahun ini, perusahaan mengambil langkah pada Januari untuk memenuhi pesanan sebelum menutup liburan, yang tahun ini jatuh pada Februari.
Dilansir RTE, Jumat (8/2/2013), Benchmark minyak untuk pengiriman Maret naik 25 sen menjadi USD96,08 dalam perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange.
Kontrak telah jatuh 79 sen berakhir pada USD95,83 pada malam terakhir Nymex setelah kepala Bank Sentral Eropa menyatakan keprihatinan atas naiknya euro.
Menguatnya Euro telah menyakiti prospek ekspor di zona Eropa. Hal ini juga cenderung mengakibatkan harga minyak lebih tinggi yang membuat minyak mentah dijual dalam dolar lebih murah. Namun investasi dipandang lebih menarik, bagi para pedagang yang menggunakan mata uang selain greenback.
Di London, minyak mentah Brent, yang digunakan untuk harga varietas minyak internasional, naik 61 sen menjadi USD117,85 per barel di bursa ICE Futures.
Diberitakan sebelumnya, pertumbuhan perdagangan China melonjak pada Januari. Jumlah ekspor melonjak 25% dari 14,1% pada Desember 2012. Demikian pula, pertumbuhan impor meroket menjadi 28%, lebih dari empat kali lipat atau 6% dari bulan sebelumnya.
Para analis mengatakan, dari tahun-ke-tahun data terdistorsi karena tahun baru Imlek jatuh pada Januari 2012. Tahun ini, perusahaan mengambil langkah pada Januari untuk memenuhi pesanan sebelum menutup liburan, yang tahun ini jatuh pada Februari.
(dmd)
Lihat Juga :